WISUDA UNNES
Menghadiri wisuda UNNES bukan hanya sekadar merayakan pencapaian akademik, tapi juga momen penuh makna dan inspirasi. Saya pernah mengalami perasaan bahagia sekaligus haru saat menghadiri wisuda kerabat saya yang menempuh pendidikan di UNNES, khususnya yang berjuang menggabungkan dunia pesantren dan pendidikan formal. Salah satu cerita yang sangat menginspirasi adalah tentang Muhammad Laa Roibafih, seorang sarjana olahraga yang juga aktif mondok di Pesantren Az-Zuhri di Ketileng, Semarang. Perjalanan hidupnya membuktikan bahwa kebahagiaan itu tidak harus mahal. Ia menekuni kedua dunia dengan tekun, membagi waktu antara kajian agama di pesantren dan studi di universitas. Saat wisuda tiba, semua usaha dan pengorbanan tersebut terlihat jelas menjadi kebahagiaan yang sederhana namun bermakna. Kehadiran keluarga dan teman-teman dalam acara wisuda semakin mempererat tali silaturahmi dan memberikan dukungan moral yang besar. Momen ini juga menjadi pengingat pentingnya kegigihan dan ketekunan dalam meraih cita-cita, tak peduli dari mana latar belakang kita berasal. Bagi mahasiswa lain, kisah ini bisa menjadi motivasi untuk terus berjuang, mengatur waktu dengan baik, dan tidak ragu menggabungkan nilai-nilai spiritual dengan pendidikan formal. Wisuda di UNNES tidak hanya menandakan kelulusan, tapi juga awal dari perjalanan baru yang penuh tantangan dan peluang.