🕌 1. SAAT MENDENGAR ADZAN➡️ Jawablah sama persis apa yang diucapkan muadzin, KE
Adzan bukan sekadar bunyi panggilan, tapi undangan kasih sayang Allah. Saat mendengarnya, berhentilah sejenak, jawablah dengan tenang, dan berdoalah. Di antara adzan dan iqamah, doa-doa sangat dikabulkan. Jangan sia-siakan momen indah ini
"Setiap kali adzan berkumandang, itu bukan sekadar bunyi, tapi panggilan cinta dari Allah SWT agar kita berhenti sejenak dari urusan dunia, lalu menghadap-Nya. 🤍
Berikut bacaan sunnah yang diajarkan Rasulullah ﷺ, simpan dan amalkan ya:
📿 SAAT MENDENGAR ADZAN:
Ulangi persis bacaan muadzin, KECUALI saat terdengar:
حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ • حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ
Maka ucapkan:
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Lā haulā wa lā quwwata illā billāh
→ Artinya: Tiada daya dan kekuatan selain pertolongan Allah.
→ Artinya: Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna ini... Berikanlah Nabi Muhammad ﷺ tempat yang mulia...
Mari biasakan, jadikan setiap adzan sebagai momen berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kita selalu termasuk orang-orang yang menjawab panggilan-Nya 🤲
5/30 Diedit ke
... Baca selengkapnyaMengamalkan tata cara menjawab adzan sesuai sunnah bukan hanya bentuk kesalehan, tapi juga mempererat hubungan spiritual kita dengan Allah SWT. Saya pernah mencoba untuk benar-benar berhenti melakukan aktivitas dan menyimak dengan seksama setiap kalimat adzan, lalu saya ulangi bacaan muadzin dengan penuh penghayatan, kecuali saat menyebut "Hayya 'ala Sholah" dan "Hayya 'ala Falah" yang saya ganti dengan kalimat "Lā haulā wa lā quwwata illā billāh" (Tiada daya dan kekuatan selain dengan pertolongan Allah). Hal ini membuat saya lebih fokus dan mendalam dalam menjalankan ibadah.
Setelah adzan berkumandang, saya juga mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ: "Allāhumma rabba hādzihid da’watit tāmmah, wash-shalātil qā’imah, āti Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqamam mahmūdanilladzī wa’adtah, innaka lā tukhliful mī’ād." Doa ini memperkuat ikatan cinta terhadap Nabi Muhammad ﷺ serta pengharapan agar beliau mendapat tempat terpuji di sisi Allah.
Momen antara adzan dan iqamah sangat istimewa karena doa-doa yang dipanjatkan saat itu sangat mustajab. Saya merasakan ketenangan batin ketika menyadari bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk berkomunikasi langsung dengan Allah SWT, memohon ampunan, petunjuk, dan segala kebaikan. Oleh karena itu, jangan sampai melewatkan kesempatan ini dengan aktivitas duniawi yang mengganggu konsentrasi.
Selain itu, rutin menjawab adzan dan berdoa setelahnya juga memperbaiki kesadaran spiritual saya sehari-hari. Panggilan adzan menjadi pengingat untuk selalu kembali ke jalan Allah, meninggalkan kesibukan dan hawa nafsu sesaat. Kesungguhan dalam menjawab dan berdoa sesudah adzan juga merupakan bentuk adab kepada seruan Allah yang penuh kasih sayang.
Oleh sebab itu, saya mengajak semua pembaca untuk mulai melatih diri menjawab adzan secara benar dan mengimani keutamaan doa sesudah adzan. Dengan begitu, kita tidak hanya menjalankan tradisi tapi benar-benar memaknai setiap panggilan dengan hati yang berserah diri. Semoga dengan amalan ini, kita termasuk orang yang senantiasa dijawab doanya dan mendekat pada rahmat Allah SWT.