Untuk pertama kalinya aku ingin membagikan Skincare Routine ala aku dengan tipe kulit kombinasi to oily. Untuk make sure aja, bahwa ini hanya sharing dan semua produk ini bisa kalian dapatkan di online shop official store nya!
Disini aku hanya fokus di basic skincare dengan tambahan beberapa resep dokter yakni vitacid yang klaim nya termasuk obat keras. So, usahakan tetap konsultasi dokter ya sebelum membeli. Untuk lainnya bisa kalian sesuaikan dengan kebutuhan kulit kalian.
Permasalahan yang aku punya sebelumnya sampai memutuskan untuk konsul spkk adalah kulit dehidrasi, kemerahan, close comedo, kusam, dan juga pori-pori yang besar. Tapi, setelah memasuki minggu ke-3 pemakaian produk diatas, wajah aku lumayan membaik, bahkan redness pun udah ngga ada. Tapi, aku tetap ingin fokus ke skin barier dulu dengan tambahan bahan pencerah dari serum viral yang cuma restock 1 bulan sekali😆
Dari aku, usahakan jangan fomo terkait skincare. Cari yang memang dibutuhkan oleh kulit kita, nyaman di kulit kita, dan kalau udah cocok jangan gonta-ganti ya!
Sekian aja story telling nya, next mungkin aku akan update terkait pemakaian serumnya!
... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali cobain rangkaian skincare ini, aku benar-benar fokus ke basic dulu: pembersih wajah yang lembut, pelembap yang nyaman buat kulit kombinasi–berminyak, plus tabir surya wajib tiap pagi. Buat yang sering nanya nama nama skincare yang kupakai, kuncinya bukan di banyaknya step, tapi di fungsi tiap produk dan gimana dia cocok dengan kondisi kulit kita.
Di pagi hari, aku biasanya pakai facial wash gentle yang nggak bikin kulit ketarik, lalu dilanjutkan dengan pelembap ringan. Untuk tipe kulit kombinasi to oily, aku pribadi lebih suka tekstur gel atau gel-cream seperti beberapa moisturizer dari brand Aboveboard yang terasa ringan, cepat menyerap, tapi tetap melembapkan. Setelah itu baru sunscreen dengan minimal SPF 30. Sunscreen ini penting banget terutama kalau malamnya kita pakai bahan aktif seperti vitacid atau serum acid 3%.
Nah, masuk ke skincare malam, aku bagi jadi dua: malam biasa dan malam "aktif". Malam biasa, aku fokus ke hidrasi dan perbaikan skin barrier. Setelah cuci muka, aku pakai pelembap yang lebih rich sedikit, lalu kadang ditambah serum pencerah seperti Aboveboard Full Pathway Radiance Serum. Teksturnya enak, nggak terlalu berat, dan di aku bantu banget buat meratakan warna kulit dan mengurangi kusam.
Di malam aktif, biasanya aku pakai vitacid atau krim tretinoin sesuai anjuran dokter. Karena ini termasuk obat keras, aku selalu konsultasi dulu ke dokter kulit (spkk) sebelum mulai. Dokter juga bantu milih skincare terbaik menurut dokter yang cocok buat masalahku: dehidrasi, kemerahan, close comedo, dan pori-pori besar. Biasanya dokter sarankan: cleanser lembut, moisturizer yang non-comedogenic, sunscreen, dan satu-dua produk aktif saja supaya kulit nggak kaget.
Kalau bingung cari aboveboard skincare yang cocok, saran dari pengalamanku: mulai dari satu produk dulu, misalnya serumnya. Lihat dulu reaksi kulit 1–2 minggu. Jangan langsung satu rangkaian penuh kalau kulitmu sensitif. Baca juga label seperti "night serum acid 3%" dan sesuaikan frekuensi pemakaian, jangan tiap malam kalau baru mulai.
Untuk teman-teman yang lagi cari rekomendasi skincare terbaik menurut dokter, menurutku yang paling penting adalah: jelaskan keluhan kulitmu dengan jujur (jerawat, kusam, dehidrasi, redness, dll), bawa juga foto progress kalau perlu. Dokter biasanya akan kasih list nama produk yang simpel tapi efektif. Setelah itu, tugas kita adalah konsisten dan nggak gonta-ganti hanya karena lihat produk viral.
Pesanku, jangan FOMO skincare. Aboveboard moisturizer atau serum boleh dicoba kalau memang sesuai kebutuhan kulitmu, tapi tetap dengarkan kulit sendiri. Kalau terasa perih, makin merah, atau makin banyak jerawat meradang, lebih baik stop dulu dan konsultasi. Skincare itu maraton, bukan sprint. Pelan-pelan asal konsisten, hasilnya biasanya lebih awet dan skin barrier tetap aman.