buka alkitab baca dan lihat sekaliling apakah ada yang terganapi kerana inji berbicara akan masa dapan kesaksian2 juga Tuhan telah bari kita lihat tapi masuh ramai menolak
Seorang Ayah bersaksi saat detik-detik sebelum anaknya Jonathan wafat, dia memberi isyarat kepadanya seolah-olah dia melihat 'Seseorang,' tetapi ayahnya tidak dapat memahaminya.
.
Kemudian ayahnya memberi Jonathan kertas dan pena untuk menulis apa yang ingin ia katakan kepadanya, tetapi ayahnya tidak dapat membaca tulisannya. Dia sudah sangat lemah dan gemetar serta tidak dapat memegang pena dengan benar.
.
Namun, sebelum perawat memanggil kode biru, dia dapat menulis "JESUS IS REAL" - "Yesus itu nyata."
.
Ayahnya takjub karena tulisannya sangat jelas terbaca. Ayah Jonathan berkata: "Saya yakin dia melihat Yesus karena istri saya melihat cahaya terang dan sebuah tangan memegang anak saya yang sedang naik ke surga. Dia tersenyum."
.
.
Bunda Maria Penolong Umat Kristiani,
doakanlah anak-anak yang sedang mengalami penderitaan 🙏
... Baca lagiSejujurnya, soalan "apakah Yesus nyata?" pernah bermain dalam fikiran aku juga. Kita dengar banyak kesaksian, baca Alkitab, tapi dalam hati tetap ada rasa ingin kepastian. Bila aku baca kisah Jonathan yang sempat menulis "JESUS IS REAL" sebelum wafat, aku rasa Tuhan macam bagi satu tanda lembut: Dia memang dekat, walaupun kita tak nampak dengan mata.
Bagi aku, persoalan Yesus real atau tidak bukan hanya tentang mukjizat besar, tapi juga tentang pengalaman harian. Contohnya, ada masa aku betul-betul di titik paling lemah, doa pun cuma mampu cakap dalam hati: "Tuhan, kalau Engkau nyata, tolong aku." Aneh tapi benar, lepas itu datang ketenangan yang susah nak dijelaskan. Masalah belum selesai, tapi hati rasa lebih kuat. Dari situ aku mula sedar, kadang-kadang kehadiran Yesus nyata melalui damai yang kita rasa, bukan semestinya melalui kejadian luar biasa.
Kisah seperti Jonathan ini mengingatkan aku bahawa Tuhan boleh gunakan apa saja untuk menyentuh iman kita: tulisan tangan lemah seorang anak, cahaya yang dilihat ibunya, atau satu ayat Alkitab yang tiba-tiba terasa sangat hidup. Bila lihat gambar tulisan "JESUS IS REAL" di kertas, aku terfikir, mungkin ini cara Tuhan meyakinkan bukan saja keluarganya, tetapi juga kita yang membaca kisah ini bertahun-tahun kemudian.
Kalau kamu sendiri sedang mencari jawapan tentang "apakah Yesus nyata", mungkin boleh mula dengan langkah kecil: luangkan masa baca Injil beberapa ayat sehari, kemudian tengok sekeliling dan dalam hidup kamu sendiri. Tanyakan pada diri, di mana aku pernah rasa dilindungi tanpa sebab yang jelas? Di mana aku pernah hampir putus asa tapi entah bagaimana boleh bangkit balik? Bagi aku, semua itu adalah petunjuk halus bahawa Yesus real dan bekerja dalam diam.
Dalam tradisi kekatolikan, kita juga percaya Bunda Maria Penolong Umat Kristiani sentiasa mendoakan kita, terutama anak-anak yang menderita seperti yang disebut dalam artikel. Bila kita berdoa rosario atau doa sederhana, kita sebenarnya sedang membuka ruang untuk mengalami kasih Tuhan lebih nyata. Tak semestinya nampak cahaya atau visi, tapi perlahan-lahan hati kita berubah: lebih mampu mengampuni, lebih sabar, lebih berpengharapan.
Akhirnya, setiap orang akan punya kesaksian sendiri. Kisah Jonathan adalah satu contoh kuat bahawa Yesus itu nyata, tapi mungkin kamu ada "kisah kecil" kamu sendiri yang hanya kamu dan Tuhan tahu. Simpan, renungkan, dan kalau ada kesempatan, kongsikan dengan orang lain. Sebab melalui pengalaman nyata seperti ini, orang yang sedang ragu-ragu tentang Yesus real atau tidak mungkin akan merasa lebih dikuatkan untuk percaya dan berharap lagi.