Sering lihat seorang istri marah-marah kepada suam
Sering lihat seorang istri marah-marah kepada suami karena sang suami tak bisa memenuhi keinginan sang istri.
Sering jugga lihat seorang anak bicara kasar pada ayahnya karena sang ayah tidak bisa membelikan apa yg sang anak mau.
Tak seorang pun kepala keluarga yg tidak ingin melihat keluarganya bahagia.
Sebelum engkau marah kepadanya, lihatlah dan renungkan lah apa yg telah dilakukan oleh seorang suami.
Betapa suamimu sudah kerja keras banting tulang demi memenuhi kebutuhan keluarga nya.
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering dicaci maki bosnya.?
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering mendapat hinaan di luar sana.?
Taukah dirimu mungkin suamimu bahkan baru saja mempertaruhkan nyawanya demi dirimu dan anak" mu.
Taukah dirimu kalau suamimu mungkin sering menahan lapar demi bisa pulang membawa uang.
Sebelum engkau cemberut padanya,,,
Hitung lah dulu telah berapa juta tetes keringat engkau peras dari tubuhnya.
Sebelum engkau marah padanya,,,
Tataplah lekat-lekat matanya, mungkin tanpa kamu sadari mata itu telah banyak mengeluarkan air mata demi melihat dirimu tersenyum 😊 😞
Ketahuilah
Bila sampai hari ini dia belum bisa memenuhi segala keinginanmu, itu hanya karena faktor keadaan.
Untuk para ayah di mana pun berada. Smoga lelah mu menjadi berkah, Amiin ya Allah
.
Kredit penyejuk hati..
Bila tengok gambar seorang suami bersusah payah menggerakkan batu pengisar besar sambil keluarga duduk di hujung bertentangan, aku terus terbayang realiti ramai lelaki di luar sana. Dari luar nampak biasa saja, tapi beban yang mereka pikul untuk keluarga sebenarnya sangat berat. Pengorbanan suami untuk keluarga bukan sekadar keluar pagi balik malam. Ada suami yang sanggup kerja lebih masa, buat dua kerja dalam satu hari, semata-mata nak cukupkan sewa rumah, susu anak, belanja dapur. Kadang bila kita minta sesuatu dan dia kata "belum mampu", di situ sebenarnya dia sedang bergelut dengan perasaan bersalah pada diri sendiri. Aku sendiri pernah melalui fasa terlalu fokus pada keinginan – nak gajet baru, nak bercuti, nak itu ini. Lama-lama aku perasan suami makin senyap, cepat penat, dan ada masa termenung sorang-sorang. Bila aku tanya elok-elok, rupanya dia tertekan sebab rasa tak mampu bagi "yang terbaik" untuk keluarga. Padahal dari sisi aku, cukuplah dia ada, balik rumah dengan selamat dan masih berusaha untuk kami. Pengorbanan suami untuk keluarga juga kadang tak nampak di mata, tapi boleh kita rasa kalau kita betul-betul peka. Contoh kecil: - Dia sanggup pakai baju lama, tapi belikan anak kasut baru. - Dia makan ala kadar di tempat kerja, tapi pastikan peti ais di rumah tak kosong. - Dia tahan dimarahi bos, pelanggan atau orang luar, tapi di rumah cuba senyum dan buat macam tak ada apa-apa. Sebagai isteri atau anak, mungkin kita tak dapat ringankan semua beban, tapi kita boleh bagi dia "tenaga" dalam bentuk doa, kata-kata lembut dan sikap yang lebih memahami. Cuba biasakan ucap terima kasih bila dia balik kerja, tanya hari dia macam mana, atau sekadar sediakan air minum kegemaran dia. Benda kecil, tapi buat dia rasa usaha dia dihargai. Aku juga belajar untuk bezakan antara keperluan dan keinginan. Bila nampak kawan-kawan update barang baru atau percutian mewah, senang sangat hati jadi tak tenang. Tapi bila fikir balik pengorbanan suami untuk keluarga, aku cuba latih diri bersyukur dengan apa yang ada dulu. Rezeki orang tak sama, dan suami kita pun ada had tenaga dan kemampuan. Kalau sekarang suami atau ayah belum mampu bagi semua yang kita impikan, tak bermakna dia tak sayang. Kadang cuma faktor keadaan – gaji tak besar, kos hidup tinggi, tanggungan banyak. Yang penting kita sama-sama usaha: isteri cuba bantu mana yang boleh, anak hormat dan jaga hati ayah. Bila kita mula nampak pengorbanan suami dan ayah dengan hati, marah tu perlahan-lahan akan diganti rasa simpati dan kasih. Moga setiap lelah mereka jadi pahala dan keberkatan untuk satu keluarga, insyaAllah.

TERBAIK...🤩🍋