Namanya Apa kalo di tempat mu?

📝 Bahan-bahan:

1. Bahan Bubur Utama

Beras

Air

Daun Pandan (untuk aroma)

Garam secukupnya

Santan Kelapa

2. Bahan untuk Bubur Merah

Gula Merah (Gula Jawa), disisir atau diiris tipis

Air (untuk melarutkan gula)

📜 Langkah-langkah:

1. Cuci bersih beras, rendam beras selama minimal 1-2 jam.

2. Rebus air, beras (yang sudah direndam), garam, dan daun pandan hingga mendidih.

Kecilkan api dan aduk terus hingga beras menjadi lunak dan air menyusut, membentuk bubur yang kental.

3. Rebus gula merah sisir dengan sedikit air dan selembar daun pandan hingga gula larut.

Saring larutan gula untuk menghilangkan kotoran, lalu sisihkan.

4. Ambil sebagian bubur (sekitar sepertiga atau sesuai selera) dan sisihkan. Ini akan menjadi bagian Bubur putih. Masukkan larutan gula merah yang sudah disaring ke dalam sisa bubur yang masih dimasak.

Aduk terus hingga bubur berwarna merah merata dan mencapai kekentalan yang diinginkan. Koreksi rasa, jika kurang manis bisa ditambahkan sedikit gula pasir. Ini adalah bagian Bubur Merah.

5. Tata Bubur putih dalam mangkuk atau wadah.

Letakkan Bubur merah di bagian tengah atau di atas Bubur putih.

#resepmasakanrumahan #bubursimple #murahdansehat

2025/12/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDi tempatku, menu di foto itu biasa disebut jenang lemu atau bubur lemu. Teksturnya kental, lembut, dan rasanya manis gurih dari gula merah dan santan. Waktu kecil, ini salah satu jajanan favorit yang sering muncul pas acara syukuran atau selametan, mirip jenang sengkolo yang sering dipakai buat tanda rasa syukur. Kalau kamu baru pertama kali dengar, jenang lemu adalah bubur tradisional Jawa yang bahan utamanya cuma beras, air, santan, dan gula merah (kadang disebut jenang gulo juga karena pakai gula). Buburnya dibuat dua bagian: bubur putih dari beras dan santan, lalu bubur merah dari campuran bubur dengan larutan gula merah. Saat disajikan, bubur putihnya jadi dasar, lalu bubur merahnya ditaruh di tengah atau di atas, jadi kelihatan kontras cantik. Di Solo dan sekitarnya, jenang lemu Solo biasanya dijual di pasar tradisional pagi hari. Ada yang lebih cair seperti bubur, ada juga yang super kental sampai bisa sedikit dipotong. Penjual di pasar suka menambahkan aroma daun pandan supaya wangi, dan kadang pakai santan agak banyak biar rasanya lebih "lemu" alias gurih berlemak. Menariknya, macam-macam jenang Jawa itu banyak banget. Selain jenang lemu, ada jenang sumsum, jenang grendul, jenang sengkolo, dan lain-lain. Biasanya beda di bahan tambahan: ada yang pakai tepung beras, tepung ketan, sampai campuran kacang hijau atau ubi. Kalau jenang lemu cenderung simpel, fokus di perpaduan beras, santan, dan gula merah. Versi rumahan jenang lemu yang sering aku bikin cukup praktis. Tips dari pengalamanku: - Beras sebaiknya direndam dulu supaya hasil buburnya lebih lembut dan cepat matang. - Santan jangan langsung dimasak dengan api besar, gunakan api kecil dan aduk pelan supaya tidak pecah. - Gula merah pilih yang kualitas bagus, warnanya akan keluar cantik oranye kecoklatan seperti di foto. - Garam sedikit saja, tapi penting untuk mengimbangi rasa manis dan bikin gurih. Untuk kamu yang penasaran bedanya jenang lemu dan bubur biasa, menurutku pembeda utamanya ada di rasa dan momen penyajiannya. Bubur lemu ini sering dianggap punya makna khusus dalam budaya Jawa, terutama kalau disajikan sebagai jenang sengkolo saat momen tertentu. Tapi sehari-hari juga enak banget dijadikan sarapan hangat yang murah dan sehat. Di daerahmu, makanan seperti ini disebut apa? Ada yang bilang bubur merah putih, ada yang kenal sebagai jenang gulo, ada juga yang punya nama lokal unik. Seru kalau kita bisa saling share nama dan versi masing-masing, siapa tahu inspirasinya bisa jadi koleksi resep macam-macam jenang Jawa di dapur kita sendiri.