#bolaubikopong yang kurang kopong 🤭🤭🤭
Aku juga dulu sering bingung, kenapa bola ubi hancur saat digoreng dan kenapa bola ubi nggak bisa kopong seperti jualan di pasar. Awalnya kupikir cuma soal resep, ternyata teknik dan cara gorengnya juga ngaruh banget. Dari beberapa kali coba, aku notice kalau adonan terlalu lembek, bola ubi gampang hancur saat masuk minyak panas. Jadi sekarang aku selalu pastikan tekstur adonan agak padat, bukan yang lembek banget. Ubinya kukukus dulu, lalu dihaluskan dan dicampur gula, sedikit tepung tapioka/maizena, dan sedikit garam. Tepungnya jangan kebanyakan biar nggak keras, tapi jangan terlalu sedikit juga supaya tetap bisa dibentuk. Soal kopong, ternyata "kurang neken" itu real problem. Waktu dibentuk, adonan perlu ditekan-tekan sampai halus dan nggak ada retakan, baru kemudian diguling-guling sampai bulat. Setelah bulat, aku suka neken sedikit lagi di telapak tangan, jadi bagian tengahnya nggak terlalu padat. Nah ini yang bikin ada ruang kosong di dalam setelah digoreng, alias jadi lebih kopong. Minyak juga harus cukup banyak, jadi bola ubi bisa tenggelam dan mengambang bebas. Kalau minyaknya sedikit, bola ubi sering nempel di dasar wajan dan bisa hancur. Api jangan terlalu besar karena bagian luar cepat gosong sementara dalamnya masih lembek, ujung-ujungnya pecah. Aku biasanya pakai api sedang cenderung kecil, tunggu minyak benar-benar panas dulu baru masukin bola ubi. Tips lain biar nggak hancur: jangan langsung diaduk kencang setelah masuk minyak. Biarkan beberapa detik sampai kulit luarnya sedikit mengeras, baru pelan-pelan digoyang wajan atau diaduk pelan supaya matang rata. Dari pengalamanku, kalau terlalu sering diaduk saat masih lembek, bola ubi gampang retak dan pecah. Kalau mau lebih kopong, bola ubi jangan dibuat terlalu besar. Ukuran sedang cenderung kecil bikin panas lebih mudah masuk ke dalam dan membentuk rongga. Waktu menggoreng, sabar sampai warnanya kuning keemasan dan terasa ringan saat diangkat. Kadang kalau masih berat, artinya tengahnya masih padat dan nggak kopong. Sekarang setiap sore aku suka nyemil "telo kopong ala aku" walaupun kadang masih "kurang kopong" dan "kurang garing". Tapi dari trial and error ini, aku jadi tahu penyebab bola ubi goreng hancur dan nggak kopong, jadi bisa terus improve. Kamu kalau punya trik lain biar bola ubi benar-benar kopong dan crunchy, boleh banget share di komentar biar kita bisa belajar bareng!




















