BUGGHUL khas SITUBONDO
Resep & cara memasak Bugghul Gula Merah khas Situbondo.
Takarannya untuk 4-5 porsi ya 👌
Bahan Bugghul :
- Tepung beras : 250 gram, sangrai dulu 5 menit biar nggak langu
- Gula merah : 200 gram, sisir halus
- Garam : 1/2 sdt
- Air : 300 ml
- Daun pandan : 2 lembar, simpulkan
Bahan Taburan :
- Kelapa parut : 1/2 butir, dari kelapa agak muda
- Garam : 1/4 sdt
- Gula pasir : 2-3 sdm, sesuai selera
Cara Membuat :
1. Buat adonan bugghul
- Rebus air + gula merah + garam + pandan sampai gula larut. Saring, buang ampasnya
- Selagi masih panas, tuang sedikit-sedikit ke tepung beras sambil diaduk pakai spatula kayu. Aduk cepat sampai jadi adonan bergerindil kayak pasir basah
- Kukus adonan 30 menit sampai tanak. Setelah matang, angkat dan selagi hangat langsung diremas-remas pakai tangan atau diserut pakai garpu sampai teksturnya ambyar
2. Siapkan kelapa parut
- Campur kelapa parut + garam, kukus 15 menit biar nggak cepat basi
- Dinginkan, baru campur gula pasir
3. Penyajian
- Taruh bugghul di piring, taburi kelapa parut manis di atasnya (contoh di foto)
Tips anti gagal :
1. Tepung wajib disangrai biar hasil bugghulnya nggak cepet basi dan nggak bau tepung mentah
2. Air gula harus panas pas dituang ke tepung, biar tepungnya tanak sempurna
3. Kelapanya harus dikukus biar awet seharian
4. Jangan diuleni kayak adonan kue, cukup diaduk asal rata biar teksturnya tetap beremah
#ResepAndalan #PengalamanKu #jajanantradisional 🍴 Nama Hidangan : BUGGHUL📍Lokasi : khas SITUBONDO
Sebagai pecinta kuliner tradisional, saya pernah mencoba membuat Bugghul khas Situbondo ini sendiri di rumah, dan hasilnya sangat memuaskan. Proses sangrai tepung beras memang membuat tekstur Bugghul menjadi lebih lembut dan tidak langu, jadi ini adalah langkah penting yang tidak boleh dilewatkan. Selain itu, penggunaan gula merah yang disisir halus memberikan rasa manis alami yang khas dan aroma daun pandan semakin menambah keharuman saat proses perebusan. Pengalaman saya, saat menuang air gula panas ke tepung beras, penting untuk melakukannya secara bertahap sambil terus diaduk agar adonan memiliki tekstur berbutir seperti pasir basah, bukan kental seperti adonan kue. Teknik ini memastikan Bugghul ini memiliki tekstur ambyar yang unik dan tidak keras ketika sudah dikukus. Untuk taburan kelapa parut, saya juga mengikuti tips untuk mengukusnya bersama sedikit garam agar kelapa tidak cepat basi dan tetap segar jika disimpan untuk beberapa jam. Menambahkan gula pasir setelah kelapa dingin membuat rasa kelapa manis dan gurih sempurna melengkapi Bugghul. Bugghul ini cocok dijadikan camilan sehat karena berbahan dasar yang alami dan mengandung serat dari kelapa serta tepung beras. Teksturnya yang lembut dan rasa manis-gurih membuatnya diminati berbagai kalangan, terutama anak-anak yang kurang suka jajanan biasa. Jika Anda ingin bereksperimen, coba variasikan bahan taburan dengan menambahkan parutan keju atau kacang sangrai untuk sensasi rasa yang berbeda. Namun menurut saya, resep asli khas Situbondo ini sudah sangat pas dinikmati bersama teh hangat di sore hari. Membuat Bugghul ini juga menjadi aktivitas seru yang bisa dilakukan bersama keluarga, karena proses pengadukan dan pengukusan memberikan kesempatan untuk saling belajar dan menikmati kuliner tradisional Indonesia yang sarat akan cita rasa autentik dan kekayaan budaya.

