PAGI YANG SEPI
Pagi yang sepi sering kali menjadi momen refleksi tersendiri bagi para pedagang kecil, terutama ibu-ibu yang mengandalkan dagangan untuk menghidupi keluarga. Dari pengalaman pribadi, menjalankan usaha sambil menggendong anak bukanlah hal mudah, apalagi ketika pengunjung belum terlihat. Namun, setiap pagi membawa harapan baru dan kesempatan untuk belajar lebih sabar dan gigih. Saya pernah mengalami pagi-pagi seperti ini, ketika dagangan terlihat menggoda tapi pembeli belum datang. Suara sapaan pelanggan yang menanyakan harga menjadi penghibur tersendiri dan pengingat untuk tetap bersyukur. Mengucap "Alhamdulillah" di tengah kesunyian pagi membantu menambah semangat dan rasa syukur atas nikmat yang tetap diberikan. Momen-momen seperti ini juga memperkuat ikatan antar pedagang dan pembeli yang setia, yang saling mendukung melalui sapaan ramah dan doa. Pagi yang sepiku ini mengajarkan saya bahwa ketekunan dan semangat juang ibu-ibu di luar sana sangat patut dihargai. Teruslah semangat, karena setiap usaha kecil memiliki potensi besar untuk masa depan lebih baik.




















