... Baca selengkapnyaPas pertama kali ngulik fashion Tudor, aku tuh sering banget nemu istilah asing yang bikin kening berkerut. Misalnya kata **“jerkin”** dan **“commoners”** yang sering muncul di artikel atau gambar referensi.
Buat kamu yang juga penasaran, **jerkin artinya** apa sih? Secara sederhana, jerkin itu adalah **semacam jaket tanpa lengan atau berlengan pendek, dipakai di atas doublet** oleh pria era Tudor. Biasanya bahannya kulit atau kain tebal, dan sering banget dihias sulaman supaya kelihatan lebih mewah. Kalau dibayangin sekarang, jerkin itu kayak outer atau rompi stylish yang bikin tampilan lebih berlapis dan berstruktur. Di Tudor, jerkin bukan cuma soal gaya, tapi juga nunjukin status dan kekayaan karena detailnya bisa super niat.
Lalu **commoners artinya** apa? Dalam konteks Tudor fashion, commoners itu merujuk ke **rakyat biasa, bukan bangsawan atau keluarga kerajaan**. Nah, ini nyambung banget sama yang namanya **sumptuary laws** yang sempat aku tulis di visualnya. Hukum ini ngatur siapa boleh pakai kain apa, warna apa, bahkan hiasan apa. Misalnya:
- **Emas dan warna ungu** cuma boleh dipakai bangsawan.
- **Commoners** biasanya terbatas di bahan seperti **wol (wool) dan linen**, dengan warna yang lebih sederhana.
Jadi, waktu kamu lihat lukisan atau ilustrasi Tudor, coba perhatiin: kalau bajunya full **beludru, sutra, brokat, mutiara, dan sulaman emas**, kemungkinan besar itu bangsawan. Kalau lebih polos dan simpel, bisa jadi itu tampilan commoners. Menarik banget karena dari outfit aja, status sosial langsung kebaca jelas.
Ngomongin **Tudor fashion** sendiri, buat aku yang paling ikonik itu beberapa staples ini:
- **The Farthingale**: ini tuh “rok sangkar” yang bikin siluet gaun jadi kerucut. Kebayang repotnya jalan, tapi hasil akhirnya elegan banget. Kalau disandingkan dengan tren sekarang, mirip konsep rok ber-layer atau petticoat yang ngasih volume.
- **Doublet & Jerkin**: kombinasi jaket pas badan plus outer di atasnya yang bikin tubuh kelihatan tegap. Kalau kamu suka layering outfit, kamu pasti bakal appreciate banget struktur fashion Tudor ini.
- **Ruff Collar**: kerah ruff yang makin lama makin besar dan dramatis. Bisa dibilang ini nenek moyang kerah statement zaman sekarang. Dulu, makin besar ruff-nya, makin tinggi statusmu.
- **French & Gable Hood**: dua gaya penutup kepala wanita. **French hood** yang lebih lembut dan modern dipopulerkan Anne Boleyn, sedangkan **Gable hood** yang bentuknya kaku dan “ngotak” disukai Katherine of Aragon. Dari pilihan hood aja, kepribadian pemakainya seolah kelihatan.
Kalau kamu suka eksperimen fashion, kamu bisa ambil inspirasi kecil-kecil dari Tudor fashion tanpa harus full kostum, misalnya:
- Pakai **ruff-inspired collar** atau kerah yang agak mengembang.
- Mainin **layering ala doublet & jerkin** dengan rompi di atas kemeja.
- Pilih aksesori yang terinspirasi **mutiara dan permata** tapi versi modern.
Aku pribadi paling pengen coba mix and match **ruff collar mini** dengan gaun hitam simpel, biar vibes-nya Tudor tapi tetap wearable buat zaman sekarang. Kamu sendiri, setelah tahu arti jerkin, commoners, dan staples Tudor fashion ini, kira-kira **Tudor fashion piece mana yang berani kamu “rock” hari ini?**
I really love Anne Boleyn black dress with the french hood 🤩 French hood is so awesome ❤️