I almost stopped living because I hated myself ☁️
Life is a process.
Aku pernah ada di fase:
malu difoto,
takut dilihat,
bahkan sempat menjauh dari pelayanan karena merasa tubuhku “terlalu terlihat”.
Tapi perlahan aku sadar…
hidup gak bisa terus dijalani berdasarkan komentar orang.
Sekarang aku masih belajar:
hidup lebih sehat,
berpikir lebih baik,
dan melihat diriku dengan lebih lembut.
Aku belum sampai.
But I’m still growing ☁️
#healingjourney #selflovejourney #mentalhealthawareness #selfacceptance #innerhealing
Saya pernah merasakan bagaimana beratnya fase ketika kita merasa malu dan takut untuk tampil apa adanya, bahkan saya sampai menghindari berbagai aktivitas sosial karena merasa tubuh saya terlalu terlihat dan mendapat penilaian negatif. Pengalaman seperti ini bisa membuat kita merasa sangat tertekan dan bahkan membenci diri sendiri, yang sangat melelahkan secara mental dan emosional. Namun, seiring waktu saya belajar bahwa hidup adalah proses yang harus dijalani dengan penuh kesabaran dan pengertian terhadap diri sendiri. Tidak ada yang instan dalam mengubah pola pikir dan kebiasaan, apalagi dalam membangun rasa cinta dan penerimaan terhadap diri sendiri. Keberanian untuk menghadapi cermin dan melihat ke dalam diri, menerima kekurangan dan keunikannya, menjadi langkah awal yang krusial. Proses healing yang saya alami juga mengajarkan saya pentingnya memperlakukan tubuh dan hati dengan kelembutan dan kasih sayang, bukan hanya mengejar kesempurnaan yang tidak realistis. Saya mulai membangun kebiasaan hidup sehat, berpikir positif, dan mengelilingi diri dengan lingkungan yang mendukung perjalanan self-love saya. Salah satu hal yang paling membebaskan adalah menyadari bahwa perubahan diri tidak harus terjadi secara instan dan sempurna. Yang terpenting adalah terus tumbuh dan tidak berhenti berproses, mengikuti irama masing-masing. Melalui perjalanan ini, saya semakin memahami bahwa komentar orang lain tidak bisa menjadi tolok ukur nilai diri saya. Kita adalah pembentuk utama kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup sendiri. Pengalaman ini memberi saya perspektif baru tentang bagaimana berjuang untuk kesehatan mental dan emosional, serta bagaimana membangun self-acceptance yang tulus. Semoga cerita ini bisa menjadi pengingat dan motivasi bagi siapapun yang sedang berjuang di jalan self-healing untuk terus maju dengan penuh keberanian dan kasih sayang terhadap diri.
