#taukahkamu ini adalah salah satu makanan tradisional di daerah ku sumatera barat, namanya Lamang/Lemang. Terbuat dari beras ketan yang di campur santan dan pisang, dimasak menggunakan bambu dan kayu bakar.
biasa nya lemang ini di sajikan pada hari raya idul fitri/adha, dan acara-acara adat lainnya.
proses pembuatan lemang/lamang ini bisa memakan waktu kurang lebih 8 jam.
... Baca selengkapnyaSejak kecil, tiap menjelang lebaran, aroma lemang tradisional selalu jadi tanda kalau hari raya sebentar lagi. Proses memasak lemang ini memang panjang, tapi justru di situ serunya. Biasanya kami mulai dari pagi, karena total waktu memasak bisa sampai kurang lebih 8 jam.
Pertama, kami siapkan dulu beras ketan putih. Ketan biasanya dicuci berkali-kali sampai airnya jernih, supaya hasil lemang lebih pulen dan nggak bau apek. Setelah itu baru dicampur dengan santan kental yang sudah diberi sedikit garam. Ada juga yang suka tambahkan daun pandan biar harum. Kalau versi yang pakai pisang, pisangnya dipotong memanjang lalu dimasukkan di tengah-tengah ketan, jadi pas dipotong nanti ada kombinasi ketan dan pisang di dalamnya.
Bambu yang dipakai juga nggak asal. Di keluarga aku, kami pakai bambu yang tidak terlalu tua, dibersihkan dan dilapisi daun pisang di bagian dalamnya. Daun pisang ini penting supaya ketan nggak langsung menempel ke dinding bambu dan ada aroma wangi khas daun ketika lemang matang. Setelah ketan dan santan dimasukkan ke dalam bambu, bagian ujungnya ditutup dengan daun dan diikat supaya rapi.
Bagian yang paling melelahkan tapi menyenangkan adalah proses memanggang. Lemang disusun berjajar dekat api terbuka, biasanya pakai kayu bakar. Ini yang disebut orang-orang sebagai proses memasak lemang tradisional. Apinya nggak boleh terlalu besar supaya bambu nggak gosong tapi cukup panas untuk memasak ketan sampai ke bagian tengah. Selama beberapa jam, bambu harus sering diputar supaya matangnya merata. Di sinilah momen ngobrol bareng keluarga, ngerumpi, atau sekadar duduk santai sambil jaga api.
Aku sempat lihat juga di media sosial, terutama di Twitter, banyak orang share tentang lemang Melayu, bahkan ada yang menyebut lemang panjang Bangi di Malaysia. Bentuknya mirip, sama-sama dimasak dalam bambu, tapi isi dan cara penyajiannya bisa beda-beda. Ada lemang yang hanya ketan dan santan, ada yang pakai pisang seperti di daerahku, ada juga lemang yang dimakan dengan serundeng, rendang, atau kari. Menurutku, menarik banget melihat jenis-jenis lemang dari berbagai daerah, karena dari makanan aja kita bisa tahu perbedaan budaya.
Kalau di keluargaku, lemang paling sering disajikan dengan gulai atau rendang, kadang juga cukup dimakan dengan taburan gula pasir atau kinca (saus gula merah) kalau mau versi yang manis. Tekstur lemang yang legit, agak kenyal, dan ada aroma daun pisang itu bikin susah berhenti makan. Apalagi kalau dimakan hangat-hangat setelah baru dikeluarkan dari bambu.
Buat yang belum pernah coba, menurutku lemang ini salah satu hidangan wajib coba kalau main ke Sumatera atau daerah Melayu lainnya. Selain enak, proses memasak lemang tradisional ini juga bikin kita belajar sabar dan menghargai usaha orang-orang tua dulu yang masak dengan cara sederhana tapi hasilnya luar biasa. Di daerah kamu, ada juga tradisi masak lemang seperti ini? Atau mungkin punya nama lain dan jenis lemang khas sendiri?
belum pernah makan lemang apa rasanya kayak lontong kak?