Pengalaman Before Wisudah
nggak tau ini pengalaman pahit atau sedih, tapi yang penting aku dan suami bisa ambil hikmah dari kejadian ini.
#PerasaanKu waktu itu nggak karuan, campur aduk dan takut.
karena 1 hari sebelum hari H wisudah aku harus kehilangan anak dalam janinku yang berusia 9 minggu.
yang ada di pikiranku :
"kalau aku nggak wisudah sekarang bayar wisudah yang kemarin sia sia dong"
"ntar nunda lama dan harus bayar spp lagi perbulannya"
ya karena finansial keluargaku juga blm stabil, jadi mikirnya ke arah biaya guyss
kalau #menurutkalian gimana?
Pengalaman sebelum wisudah ini mengajarkan saya banyak hal tentang kekuatan mental dan pentingnya dukungan keluarga saat menghadapi kehilangan. Saya merasa hari-hari menjelang wisudah semakin berat karena campuran perasaan sedih dan cemas, apalagi dengan kondisi finansial yang belum stabil. Namun, saya belajar bahwa setiap proses, termasuk kehilangan, adalah bagian dari perjalanan hidup yang harus dijalani dengan penuh kesabaran. Kesibukan persiapan wisudah yang seharusnya menjadi momen bahagia berubah menjadi renungan mendalam tentang arti ikhlas dan penerimaan. Saya mencoba fokus pada hal positif, seperti menyelesaikan segala persiapan wisudah agar tidak menambah beban keuangan. Mendokumentasikan pengalaman ini dalam diary memberikan ruang untuk mengekspresikan perasaan dan sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap perjuangan memiliki hikmahnya. Bagi kalian yang mungkin juga sedang berjuang menghadapi situasi sulit sebelum momen penting seperti wisudah, jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang-orang terdekat. Berbagi cerita bisa sangat membantu mengurangi beban pikiran dan memberikan semangat untuk terus melangkah maju. Ingat, tidak apa-apa merasa sedih atau takut, karena itu bagian dari proses penyembuhan dan pemulihan diri.
