🐷
Jujur, dulu aku juga pernah ada di posisi cuma bisa ngeliat teman yang "kemakan" playing victim di relationships. Dari luar keliatan jelas banget kalau sebenarnya pasangannya yang salah, tapi entah gimana, ujung-ujungnya temenku yang minta maaf duluan. Menurutku, playing victim dalam hubungan itu pola, bukan cuma sekali dua kali drama. Biasanya dia selalu memutarbalikkan keadaan seolah-olah dia yang paling tersakiti, padahal faktanya dia yang bikin masalah. Misalnya: - Dia selingkuh, tapi bilangnya karena kamu kurang perhatian. - Dia marah-marah, tapi ujungnya bilang kamu terlalu sensitif. - Dia bohong, tapi nyalahin kamu karena "kamu pasti bakal marah kalau aku jujur". Dari pengalaman pribadi, ada beberapa ciri playing victim yang sering banget muncul: 1. **Gampang banget balikin kesalahan** – tiap kali disinggung soal kesalahannya, dia langsung nyerang balik: "Kamu juga dulu pernah…" atau "Kamu sih yang bikin aku kayak gini". 2. **Hobi drama dan bikin cerita sedih** – setiap konflik, dia langsung bawa-bawa masa lalu, keluarga, atau trauma buat dapet simpati. 3. **Jarang banget mau minta maaf tulus** – kalaupun minta maaf, biasanya diikuti pembenaran: "Maaf ya, tapi kamu juga…". 4. **Gaslighting halus** – bikin kamu ragu sama perasaan sendiri, kayak: "Kamu lebay", "Itu cuma di kepala kamu", atau "Aku nggak pernah ngomong gitu" padahal jelas-jelas dia ngomong. Cara aku sekarang menghadapi pasangan atau gebetan yang kelihatan playing victim: - **Mulai catat pola** – tiap ada konflik, aku tulis siapa yang mulai, apa yang diomongin, dan gimana ending-nya. Dari situ kelihatan banget siapa yang konsisten nyalahin siapa. - **Berani validasi perasaan sendiri** – kalau aku sakit hati, ya aku akui. Bukan malah nurunin standar diri cuma biar dia nggak marah. - **Komunikasi tegas tapi tenang** – contohnya: "Aku ngerti kamu ngerasa tersakiti, tapi di situasi ini yang salah itu tindakanmu, bukan perasaanku". - **Pasang boundaries** – kalau tiap ngobrol ujungnya aku selalu disalahkan, aku mulai mengurangi intensitas chat atau ketemu. Satu hal penting yang aku pelajari: nggak semua orang yang terlihat sedih itu benar-benar korban. Kadang mereka cuma jago main peran. Dan nggak apa-apa banget kalau pada akhirnya kamu milih pergi dari hubungan yang bikin kamu selalu ngerasa bersalah padahal kamu sudah berusaha sebaik mungkin. Kalau kamu sekarang lagi di fase "POV ngeliat cewek/cowok yang kemakan playing victim di relationships, padahal emang pasangannya yang chuakz", coba pelan-pelan bantu dia sadar tanpa memaksa. Tapi tetap ingat, kamu juga harus jaga diri. Jangan sampai niat bantu orang lain malah bikin kamu ikutan kejebak di hubungan yang nggak sehat.
