... Baca selengkapnyaMenjadi guru TK memang bukan pekerjaan mudah, apalagi saat menghadapi anak-anak yang sedang tahap perkembangan emosional seperti tantrum. Sebagai orang tua, aku pernah merasakan bagaimana sulitnya memahami perasaan guru dan anak secara bersamaan.
Aku menyadari bahwa guru juga manusia yang punya tekanan dari kepala sekolah dan harus menjaga suasana kelas agar tetap kondusif. Namun, dari pengalamanku, alangkah baiknya jika guru lebih menunjukkan empati kepada anak dan komunikasi yang positif dengan orang tua. Misalnya, mengajak diskusi terbuka tentang cara mengatasi tantrum tanpa menyalahkan anak secara langsung.
Selain itu, budaya seperti 5S (Sapa, Salam, Senyum) yang tercantum dalam sekolah, bisa membantu membangun hubungan yang lebih harmonis antara guru dan anak-anak. Aku juga mulai belajar untuk lebih sabar dan mencoba memahami kondisi anakku yang masih belajar mengendalikan emosinya. Jadi, kalau aku dan guru saling mendukung, anak-anak pun akan merasa lebih nyaman dan semangat belajar.
Aku ingin mengajak para orang tua lain untuk tidak langsung merasa kecewa pada guru saat anak tantrum. Mari kita lihat dari sudut pandang mereka dan bersama-sama mencari solusi terbaik demi kebaikan anak-anak kita.