aku tidak pernah menyesal dengan keputusan yang ku buat,aku ridho atas ketentuan mu ya rob... semoga suatu saat nanti aku bisa merasakan manfaat nya diri mu d samping ku
Jujur, tiap dengar potongan lirik "maafkan aku ku menyesal telah meninggalkanmu", hati aku langsung keingat beberapa keputusan besar yang pernah aku ambil. Kadang kita pergi dari seseorang atau sebuah keadaan dengan keyakinan penuh, tapi setelah semuanya berlalu, rasa sesak itu datang: penyesalan, rindu, dan pertanyaan, "Apa aku salah?". Tapi di sisi lain, aku juga belajar buat pelan-pelan ridho sama ketentuan Allah. Kayak di catatan kecil ini: "aku tidak pernah menyesal dengan keputusan yang ku buat, aku ridho atas ketentuan-Mu ya Rabb". Buat aku, kalimat itu bukan berarti nggak pernah nangis atau nggak pernah goyah, tapi lebih ke menerima bahwa setiap pilihan punya konsekuensi, dan Allah pasti titip hikmah di balik semuanya. Ada masa di mana aku pengen banget balik ke masa lalu, minta maaf, dan bilang, "aku menyesal telah meninggalkanmu". Tapi yang bisa aku lakuin sekarang cuma memperbaiki diri. Aku mulai belajar untuk: 1. Jujur sama perasaan sendiri – mengakui kalau aku memang menyesal, tanpa pura-pura kuat. 2. Berdoa lebih sering – khususnya minta dikuatkan, dan kalau memang masih ada jalan, semoga dipertemukan lagi dengan cara yang baik. 3. Tidak menyalahkan diri terus-menerus – karena saat dulu mengambil keputusan, pasti ada alasan kenapa aku memilih jalan itu. Kalimat di catatan itu, "semoga suatu saat nanti aku bisa merasakan manfaatnya dirimu di sampingku", buat aku artinya luas. Bisa tentang seseorang yang pernah aku tinggalkan, atau tentang kehadiran Allah yang ingin aku rasakan lebih dekat. Aku berharap, suatu hari nanti, semua luka dan penyesalan ini berubah jadi pelajaran berharga yang justru bikin aku lebih dewasa. Kalau kamu sekarang lagi berada di fase menyesal meninggalkan seseorang, wajar banget kok kalau tiap dengar lirik sedih langsung ke-trigger. Tapi jangan berhenti di penyesalan saja. Pakai rasa itu buat introspeksi: kalau memang dia orang yang baik dan masih ada kesempatan, mungkin kamu bisa minta maaf dengan tulus. Kalau tidak, titip dia dalam doa, dan lanjutkan hidup dengan versi dirimu yang lebih baik. Akhirnya, aku cuma pengen mengingatkan diri sendiri dan kamu yang baca ini: kita boleh menyesal, tapi jangan sampai penyesalan itu membuat kita lupa bahwa Allah selalu buka pintu taubat dan kesempatan baru. Ridho sama ketentuan-Nya bukan berarti kita nggak pernah salah, tapi kita mau belajar dari setiap salah yang pernah kita buat.
