... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku kalau makan seblak nggak pernah mikir soal pengawet dan natrium. Pokoknya yang penting pedas, kuahnya nendang, dan ada kerupuk kering yang kriuk. Tapi makin ke sini mulai kerasa, kalau kebanyakan jajan seblak di luar bikin cepat haus, jantung berdebar, dan kadang jadi begah. Dari situ aku mulai eksperimen bikin seblak tanpa kerupuk dan tanpa telur di rumah.
Seblak tanpa kerupuk menurut aku tetap bisa enak banget, asal kuahnya "ndjedir batu" alias pedasnya nendang. Kerupuk biasanya mengandung pengawet dan garam tinggi, jadi ketika dihilangkan otomatis beban natrium berkurang. Sebagai gantinya, aku pakai mie kuning, bakso, telur kadang aku skip, plus banyak sayuran hijau seperti sawi atau kol. Kalau mau versi tanpa telur, tinggal nggak usah pakai telur sama sekali, teksturnya memang sedikit beda, tapi kuah pedas dan isiannya masih bisa bikin puas.
Soal sehat atau nggak, menurut pengalaman aku: seblak tanpa kerupuk itu jadi sedikit lebih "aman" kalau kamu sering khawatir soal pengawet. Tapi tetap harus ingat, kuah seblak biasanya masih tinggi natrium dari garam, kaldu bubuk, dan saus. Jadi aku biasanya kurangi kaldu bubuk, ganti sebagian dengan rebusan tulang atau ayam rumahan, dan tambah bawang putih, kencur, sama cabai segar untuk rasa.
Kalau kamu suka seblak ndjedir batu, pedas sampai keringat keluar, tipsku: pakai kombinasi cabai rawit merah, cabai keriting, dan sedikit bubuk cabai. Tapi jangan tiap hari ya, apalagi kalau lambungmu sensitif. Aku pernah terlalu semangat, sehari bisa dua mangkok, ujung-ujungnya perut nggak nyaman dan bibir perih. Sekarang aku batasi, paling 1–2 kali seminggu, dan selalu minum cukup air setelah makan.
Versi favoritku sekarang: semangkuk seblak mie dengan kuah pedas, isi mie kuning, bakso, banyak sayuran hijau, tanpa kerupuk dan kadang tanpa telur. Rasanya tetap bikin puas, apalagi kalau dimakan pas lagi liburan atau hujan, beneran terasa "liburan nyeblak dulu donkk". Kalau kamu lagi coba hidup lebih sehat tapi masih nggak bisa move on dari seblak, cobain deh pelan-pelan kurangi kerupuk dan telur, eksperimen sama bahan lain kayak tahu, siomay kukus, atau sayuran.
Intinya, seblak tanpa kerupuk dan tanpa telur bisa jadi opsi lebih ringan, tapi tetap harus bijak: kurangi garam dan kaldu bubuk, tambah sayuran, dan jangan dimakan terlalu sering. Biar tetap bisa menikmati seblak ala aku tanpa khawatir berlebihan soal pengawet dan natrium.
makanan yang rasanya selalu ngajak berantem dan bikin nagih😋duh jadi pengen seblak 😫