Rela nungguin berjam jam diputar di radio
Kalimat di foto, "2006, masa dimana semuanya lebih sederhana", bikin aku langsung keinget masa-masa nungguin di ruang tunggu, entah itu di rumah sakit, terminal, atau depan radio. Ada momen tertentu yang rasanya campur aduk: capek nunggu, cemas, tapi juga ada sedikit rasa tenang karena ditemani suara musik atau radio. Aku pernah beberapa kali nunggu orang sakit di RS tahun-tahun segitu. Ruang tunggu rumah sakit biasanya dingin, bau obat, dan kursinya keras. Tapi anehnya, ada radio kecil di pojokan yang selalu nyala. Waktu itu lagi musimnya lagu 90an dan 2000an diputar terus. Lagu galau yang sering kita denger di radio justru jadi pelengkap suasana, bikin hati sedikit lebih lega di tengah rasa khawatir. Kalau nunggu orang sakit di RS itu, waktu seakan jalan pelan banget. Kita duduk, liatin orang lalu-lalang, kadang ngeliatin jam dinding berkali-kali. Di sela-sela kecemasan, suara radio yang nyetel lagu lama kayak ngasih jeda kecil buat bernapas. Saat lagu favorit kebetulan diputar, rasanya kayak ditemenin sama teman lama yang ngerti perasaan kita. Yang aku ingat banget, tahun 2006 belum seramai sekarang soal gadget. Nggak ada Netflix, nggak semua orang punya smartphone. Jadi hiburan utama di ruang tunggu ya cuma obrolan sama keluarga, lihat sekitar, dan dengerin radio. Bahkan kadang kita diam-diam berharap DJ radio muterin lagu yang pas sama mood hati waktu itu. Pengalaman nunggu orang sakit di RS juga bikin aku makin menghargai momen sederhana. Duduk bareng keluarga, saling menguatkan, dan diam-diam berdoa supaya semua baik-baik aja. Lagu yang diputar di radio seolah jadi soundtrack dari bab kehidupan yang lagi kita jalanin: galau, takut, tapi tetap ada harapan. Kalau sekarang lihat foto-foto orang nunggu di rumah sakit, rasanya kayak ditarik balik ke masa itu. Ada yang kelihatan lelah, ada yang kelihatan pasrah, tapi di balik semua itu ada rasa sayang yang besar untuk orang yang lagi diperjuangkan kesehatannya. Tahun 2006 mungkin terlihat sederhana, tapi justru di kesederhanaan itulah momen-momen berharga tercipta, termasuk saat kita nunggu dalam diam, ditemani lagu-lagu jamandulu di radio. Buat yang pernah ngerasain nunggu orang sakit di RS sambil denger radio, pasti ngerti rasanya. Ada sedih, tapi juga ada hangat. Dan sampai sekarang, tiap denger lagu 90an atau 2000an yang dulu sering diputar, aku otomatis keinget ruang tunggu rumah sakit dan doa-doa yang pernah aku panjatkan di sana.
