Semangat bapak 😇
kata bapaknya “aku baru keluar jualan ini” pasti di hatinya reseki tidak ada yg tau yaa baru keluar dari rumah tbtb dapat rezeki lebihh dari Allah SWT 😇
sehat sehat ya pak 🥰
semoga apa yang saya berikan usaha bapak bisa tambah tambah tambahh dan bisa jualan ikan lainnya
Hari itu sebenarnya saya cuma mau beli ikan biasa, tapi malah pulang bawa cerita yang bikin hati campur aduk. Bapaknya cerita, "baru keluar ini jualan", terus sudah ada yang beli lumayan banyak. Dari situ saya makin percaya kalau rezeki memang tidak ada yang tahu, kadang datangnya tiba-tiba. Beliau jual ikan pakai sepeda, keliling dari satu tempat ke tempat lain. Ikannya diambil sendiri dari laut, ada yang dibeli di lelong (pelelangan ikan) baru kemudian dijual lagi. Buat saya, usaha seperti ini menunjukkan betapa besarnya perjuangan seorang ayah untuk keluarga. Bukan cuma soal "ayah jual ikan jangan dicabar", tapi lebih ke bagaimana kita harus menghargai kerja keras mereka. Saya sempat tanya-tanya, ikan ini dimasak apa enaknya? Bapaknya jawab, ikan dimasak palu cele, katanya enak sekali kalau lagi hangat. Dari cara dia jelaskan, kelihatan banget kalau dia paham ikan dan bangga dengan dagangannya. Ikannya juga ada yang agak besar-besar, dijual per kantong. Ada momen dia hitung pelan-pelan, "satu dua tiga empat..." untuk pastikan pembeli tidak rugi. Yang bikin saya tersentuh, meski jualan pakai sepeda dan cuaca kadang tidak menentu, bapaknya tetap semangat. Kalau ikannya tidak habis, disimpan baik-baik, dijaga supaya tetap segar. Katanya, kalau lagi tidak hujan lebih gampang keliling dan rezeki biasanya lebih lancar. Pengalaman ini bikin saya mikir, lain kali kalau ketemu ayah atau bapak yang jual ikan di pinggir jalan, di pasar, atau keliling naik sepeda, jangan dicabar, jangan diremehkan. Di balik satu kantong ikan yang kita beli, ada modal, tenaga, dan doa yang mereka bawa. Saya sendiri jadi pengen lebih sering beli di penjual kecil seperti ini, supaya usaha mereka bisa "tambah tambah" dan mungkin ke depan bisa jual ikan lain yang lebih banyak. Buat yang baca, kalau punya cerita serupa tentang ayah atau bapak penjual ikan, boleh banget share. Kisah-kisah sederhana seperti ini kadang jadi pengingat kalau rezeki dari Allah bisa datang lewat tangan orang-orang yang bekerja keras tanpa banyak suara.


Lihat komentar lainnya