HATI HATI YA!!!

1. dilancarkan semua urusannya padahal sholatnya bolong bolong

2. selalu merasa beruntung.

3. dibiarkan menikmati kenikmatan dunia

4. dibiarkan mendapatkan apa yang di inginkan

5. tidak diberi balasan secara linstan, setelah melakukan dosa

6. dibiarkan terlena dalam kemaksiatan.

7. dan berfikir semua yang didapat, berkat dari Allah yang sayang padanya.

Allah Subhana wa taala berfirman :

" biarkan mereka bermain main dengan kesesatannya "

Dia Allah berfirman :

"tinggallah dengan hina didalamnya, dan janganlah kamu berbicara padaku"

#Hello2026 #PengalamanKu

1/8 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam pengalaman saya dan banyak orang di sekitar, terkadang kita merasa segala sesuatu berjalan lancar meski kita kurang taat menjalankan perintah agama, seperti sholat yang bolong-bolong. Hal ini memang bisa menjadi tanda peringatan bahwa Allah memberikan kita kesempatan untuk sadar dan bertobat, bukan tanda bahwa kita selalu dalam lindungan-Nya tanpa batas. Seringkali ketika seseorang mendapatkan kemudahan dalam hidup, merasa terus beruntung, atau menikmati kenikmatan dunia secara berlebihan, mereka lupa untuk merenungi apakah yang mereka jalani sudah benar sesuai dengan ajaran agama. Saya pernah mengalami masa di mana segala sesuatu tampak berjalan lancar, tapi hati terasa jauh dan tak tenteram. Hal ini membuat saya sadar bahwa kemudahan tersebut bukan jaminan bahwa Allah ridha, melainkan bisa jadi ujian dan kesempatan bagi kita untuk memperbaiki diri. Yang paling mengerikan adalah ketika seseorang terlena dalam kemaksiatan dan justru menganggap semua nikmat yang didapat adalah tanda kasih sayang dari Allah. Padahal, dalam Al-Qur'an ada firman yang menunjukkan bahwa Allah membiarkan orang yang salah dalam keadaan tertentu agar mereka menyadari kesalahannya, seperti firman Allah yang menyebutkan ‘biarkan mereka bermain-main dengan kesesatannya’ dan ‘tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara padaku’. Hal ini mengingatkan saya bahwa jangan sampai terlena dan mengira kemudahan adalah bentuk keberkahan tanpa introspeksi. Kita harus selalu menjaga keimanan, memperbaiki sholat, dan menghindari kemaksiatan agar tidak tergelincir dalam jebakan kesesatan tersebut. Dari pengalaman pribadi, rajin berdoa, memperbanyak ibadah rutin, dan memperbaiki kualitas ibadah membuat saya merasa lebih dekat dengan Allah dan lebih siap menghadapi ujian hidup. Semoga kisah dan pemahaman ini dapat membantu pembaca untuk lebih waspada dan terus memperbaiki diri.