... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat tas noken di Jayapura, aku langsung jatuh hati karena bentuknya unik dan kelihatan kuat. Baru setelah ngobrol dengan mama-mama Papua, aku tahu kalau noken ini bukan sekadar tas, tapi bagian penting dari budaya mereka.
Noken berasal dari Papua dan biasanya dibuat dari kulit kayu atau serat alami yang dikeringkan, lalu dianyam jadi tas atau kantong. Di beberapa daerah, seperti Wamena, noken dipakai untuk membawa hasil bumi, hasil buruan, bahkan kadang dipakai untuk menggendong bayi. Jadi memang dari dulu noken sudah jadi tas multifungsi, bukan tren sesaat.
Yang menarik, kerajinan ini benar-benar menggunakan kulit kayu sebagai bahan utama. Kulit kayu diproses, direndam, dikeringkan, lalu dianyam dengan sabar sampai jadi satu tas yang kuat. Semua dikerjakan dengan tangan, tanpa mesin dan tanpa bahan sintetis. Buat aku yang sedang belajar hidup lebih hijau, tas noken papua tradisional ini berasa seperti simbol "living green" versi lokal.
Sekarang banyak juga tas noken Papua modern dengan warna dan motif yang lebih kekinian, ada noken kecil yang cocok dipakai jalan santai, dan ada noken besar buat belanja harian. Tapi tetap, ciri khasnya adalah serat alami dan teknik anyaman tradisional. Kalau teman-teman pernah ketemu soal di sekolah yang bunyinya: "kerajinan ini menggunakan kulit kayu sebagai bahan utamanya, dianyam jadi tas atau kantong untuk menampung barang, masyarakat Papua menggunakan tas ini untuk membawa hasil buruan atau hasil bumi, kerajinan tersebut bernama…", jawabannya ya: noken.
Tips dari aku sebagai ibu yang sering ikut suami dinas:
- Pilih tas noken asli Papua dari pengrajin lokal, biasanya kualitas anyamannya lebih rapat dan kuat.
- Untuk belanja di supermarket, pakai noken kulit kayu ukuran sedang–besar, muat banyak tapi tetap ringan.
- Simpan noken di tempat kering supaya serat alaminya awet dan tidak gampang jamuran.
Sejak pakai tas khas Papua ini sebagai tas belanja, aku merasa lebih mindful. Setiap kali bawa noken ke pasar, rasanya bukan cuma bawa barang, tapi juga bawa cerita tentang budaya Papua, dukung pengrajin lokal, dan pelan-pelan mengurangi tas plastik. Pilihan kecil, tapi efeknya besar buat bumi dan buat hati sendiri.