Never want to post like this actually, but that problem still makes me angry! 😡😏

Dikatai dari keluarga yang tidak terdidik?

Kami dari kecil diajarkan untuk kejar pendidikan setinggi tingginya, jarak sejauh apapun tidak pernah menjadi masalah 🙂

Dari sma sudah jauh dari keluarga karena memilih sekolah di jawa, bahkan kedua adik pun dari smp sdh memilih sekolah di luar kota palu juga 🙂

Bukan cuma di didik dalam pendidikan formal, bahkan pendidikan agama pun, kami yang memilih untuk bersekolah di pondok pesantren pilihan kami sendiri (tidak pernah dipaksa)

You said, ‘Raise your child well.’ Yet you’re saying that while you yourself don’t seem to have been raised well. Then again, maybe it’s not your family’s fault you just haven’t bothered to discipline or improve yourself. Hehe ☺️☺️

5/31 Diedit ke

... Baca selengkapnyaSelama pengalaman hidup saya, saya sering menghadapi pandangan stereotip tentang pendidikan dan latar belakang keluarga. Pernah dibilang "kurang terdidik" hanya karena latar belakang keluarga, tapi saya yakin pendidikan adalah kunci untuk membuka banyak peluang, dan itu bukan sekadar pendidikan formal saja. Saya sendiri memilih jalan yang tidak mudah, jauh dari keluarga sejak SMA demi sekolah di Jawa, dan bahkan adik-adik saya juga melakukan hal yang sama untuk pendidikan mereka. Tidak hanya fokus pada sekolah konvensional, saya dan keluarga juga mengutamakan pendidikan agama. Kami memilih pondok pesantren secara mandiri tanpa paksaan siapa pun, yang memberi kami pemahaman agama lebih dalam sekaligus melatih disiplin dan karakter. Hal ini memperkuat bahwa pendidikan itu luas cakupannya dan tidak cuma soal ijazah tapi juga nilai kehidupan. Dalam perjalanan berpendidikan ini, saya belajar bahwa menghadapi komentar negatif bukan hal mudah. Namun dengan sikap optimis dan tetap berusaha, akhirnya berhasil membuktikan diri dengan berbagai pencapaian akademik maupun pengalaman kerja yang solid. Misalnya, saya pernah menerima beasiswa, menjadi asisten dosen, dan bekerja sebagai supervisor di berbagai perusahaan. Juga, kemampuan saya dalam banyak bidang seperti statistik, manajemen, dan organisasi semakin memperkuat nilai saya di lingkungan kerja maupun sosial. Kisah saya ingin mengajak siapa pun yang pernah merasakan stigma serupa untuk tidak mudah menyerah. Sambut tantangan dengan semangat belajar, disiplin, dan kerja keras. Jangan biarkan predikat negatif dari orang lain menahan langkahmu untuk maju dan berkarya. Perjuangan demi pendidikan dan pembentukan diri itu memang penuh lika-liku, tapi hasilnya sangat berharga: bukan hanya ilmu, tapi juga karakter dan pengalaman hidup yang mampu membuka jalan kesuksesan. Kalau saya bisa melewati semua tantangan ini, saya yakin kamu juga bisa. Terus kejar impian dan jangan takut berbeda jalur dengan orang lain. Pendidikan yang kamu pilih, baik formal maupun agama, adalah bekal terbaik untuk masa depan. Ingat, setiap kesulitan adalah pelajaran berharga yang menjadikanmu pribadi yang lebih kuat dan matang. Semangat terus dan jadilah inspirasi bagi sekitarmu!