𝐏𝐀𝐑𝐀𝐃𝐄 𝐁𝐔𝐃𝐀𝐘𝐀 𝐖𝐈𝐒𝐌𝐀 𝐑𝐀𝐘𝐀 𝟐𝟎𝟐𝟓

Nyong dan Nona Abuy, ikut memeriahkan event pariwisata Alor 2025. Mereka adalah pelajar SMK Negeri 3 Kalabahi, yang terletak di kecamatan Alor tengah utara (ALTAR). Informasi, suku Abui adalah salah satu yang mendiami wilayah Pulau Alor. Suku ini masih asli dan menyimpan pesona tentang budaya dan tradisi.

Wisma Raya ini akan berlangsung dari tanggal 13 s. d 18 Oktober 2025, dengan berbagai event yang telah di persiakan.

𝐒𝐨 𝐝𝐨𝐧'𝐭 𝐦𝐢𝐬𝐬 𝐢𝐭 🫰🫰🫰

Kabupaten Alor
2025/10/13 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali dengar soal Parade Budaya Wisma Raya 2025, yang langsung kepikiran di aku itu satu: pasti bakal ramai dengan tarian, pakaian adat, dan tentu saja lagu-lagu daerah. Ternyata benar, salah satu yang paling sering disebut dan bikin penasaran adalah lagu Abuy yang identik dengan suku Abui di Pulau Alor. Di acara Parade Budaya Wisma Raya 2025, selain bisa lihat langsung pemuda-pemudi suku Abui dengan pakaian adat lengkap—sarung tenun warna-warni, hiasan kepala berbulu, sampai busur panah—suasananya makin hidup karena di beberapa momen diputar lagu-lagu khas Abui. Banyak orang lokal menyebutnya lagu Abuy, karena melekat dengan identitas Nyong dan Nona Abuy yang tampil di acara itu. Pengalamanku, lagu Abuy ini biasanya punya irama yang kuat dan berulang, cocok banget buat mengiringi tarian tradisional dan parade budaya. Saat irama mulai diputar, para pemuda dengan hiasan kepala berbulu dan para nona dengan sarung tenun dan tas anyaman langsung terlihat lebih percaya diri. Mereka berjalan di sepanjang area Wisma Raya, senyum-senyum, dan kadang ikut bergumam mengikuti lirik lagu. Kalau kamu penasaran sama lagu Abuy, biasanya masyarakat lokal bisa langsung menyarankan beberapa lagu yang sering dinyanyikan saat acara adat, seperti saat penyambutan tamu, tarian penyemangat, atau penutupan acara. Cara paling gampang buat cari feel-nya adalah dengan mencari rekaman pertunjukan suku Abui di event pariwisata Alor, lalu perhatikan lagu yang mengiringi tarian mereka. Di situ kamu bakal dapat gambaran tentang bagaimana lagu Abuy menghidupkan suasana. Menurutku, yang bikin lagu Abuy menarik bukan cuma melodinya, tapi juga cara lagu ini menyatu dengan budaya suku Abui. Liriknya biasanya bercerita tentang alam, rasa syukur, atau kebersamaan. Jadi waktu kamu melihat tiga pemuda suku Abui berpose dengan busur panah dan hiasan kepala, atau empat nona suku Abui memakai sarung tenun dan hiasan kepala unik, bayangin saja di belakang itu ada iringan lagu Abuy yang mengatur ritme langkah mereka. Kalau berencana datang ke Wisma Raya 2025 yang berlangsung 13–18 Oktober, coba sempatkan ngobrol dengan panitia lokal atau pelajar SMK Negeri 3 Kalabahi yang terlibat. Biasanya mereka dengan senang hati menjelaskan makna lagu Abuy, bahkan kadang mau menyanyikan sedikit bagiannya. Pengalaman dengar langsung dari mereka bikin kita lebih nyambung dengan parade budaya yang ditampilkan. Buatku pribadi, salah satu momen paling berkesan adalah ketika lagu Abuy diputar saat rombongan Nyong dan Nona Abuy lewat di depan penonton. Semua terlihat kompak: langkah, senyum, pakaian adat, sampai hentakan kaki ke tanah, terasa sinkron sama irama lagu. Itu momen yang bikin aku sadar kalau lagu tradisional bukan sekadar hiburan, tapi juga jiwa dari sebuah parade budaya. Jadi kalau kamu lagi cari info soal lagu Abuy dan bagaimana lagu ini hadir di Parade Budaya Wisma Raya 2025, intinya: datanglah dengan hati siap menikmati budaya. Dengarkan lagu-lagunya, perhatikan tarian dan pakaian adat, dan nikmati bagaimana musik jadi jembatan antara tamu dan masyarakat suku Abui yang masih sangat menjaga tradisi mereka.