MAKAM RAJA-RAJA MATARAM, ARTEFAK HIDUP JAWA KUNO

5/10 Diedit ke

... Baca selengkapnyaPertama kali datang ke kawasan pemakaman raja-raja Mataram di Kotagede, rasanya seperti masuk ke bab hidup dari sejarah Jawa. Dari gapura, dinding bata merah, sampai suasana sakral di dalam kompleks, semuanya terasa otentik dan masih sangat dijaga oleh masyarakat lokal. Buat yang penasaran letak kerajaan Mataram Islam, pusat pemerintahannya dulu ada di jantung Kotagede ini. Di area yang sama sekarang berdiri Masjid Gede Mataram, salah satu masjid tertua di Yogyakarta. Di sini bukan cuma ada makam raja-raja, tapi juga jejak bagaimana kerajaan Mataram Islam berkembang setelah membuka Alas Mentaok. Soal perbedaan Mataram Kuno dan Mataram Islam, dari kacamata orang awam seperti saya, bedanya kerasa dari peninggalan budayanya. Mataram Kuno identik dengan Hindu-Buddha, sementara di Kotagede pengaruh Islam kuat banget: ada masjid tua, batu nisan bergaya Islam, dan tradisi ziarah yang masih hidup. Saat memperhatikan batu nisan era Mataram di kompleks makam, bentuk dan ukirannya cenderung sederhana, tapi punya nuansa religius yang kuat. Hal unik lainnya adalah aturan berpakaian. Pengunjung wajib memakai kain adat seperti jarik, baju khas abdi dalem, dan melepas alas kaki sebelum masuk area makam. Awalnya agak repot, tapi begitu sudah di dalam, saya jadi paham ini bentuk penghormatan kepada para leluhur dan raja-raja yang dimakamkan di sini. Suasananya langsung berubah lebih khusyuk, kita otomatis bicara pelan dan lebih banyak merenung. Buat yang suka sejarah visual, tempat ini juga menarik kalau ingin melihat foto kuburan Islam lama secara langsung, bukan hanya di internet. Batu nisan, susunan makam, dan tata ruang pemakaman memberi gambaran tentang bagaimana orang Jawa di era Mataram memaknai kematian dan hubungan dengan leluhur. Selain ziarah, sekarang kawasan Kotagede sering dipakai untuk photoshoot dan shooting. Tapi kalau datang di malam satu Suro, nuansa kerohanian terasa jauh lebih kuat. Warga lokal banyak yang datang untuk tirakat, doa bersama, kadang ada kirab budaya. Saya pernah ikut duduk diam di sekitar masjid dan makam, rasanya seperti diajak "berkenalan" lebih dekat dengan tradisi Jawa yang selalu menjaga hubungan dengan para leluhurnya. Kalau tertarik dengan pakaian prajurit Jawa, di beberapa momen budaya dan kirab di Kotagede kadang kita bisa melihat kostum tradisional lengkap, dari keris sampai beskap. Walau fokus utama kawasan ini adalah makam raja Mataram, pengalaman menyusuri Kotagede bikin saya pribadi lebih paham kalau sejarah, arsitektur, dan tradisi di tempat ini masih benar-benar hidup, bukan sekadar cerita di buku pelajaran.

7 komentar

Gambar Achmad Cariri
Achmad Cariri

terimakasih..., semoga tetap terjaga sebagai pemakaman dari para leluhur dan pendiri kerajaan juga keluarga besarnya,salam dari putra putri Bumi Nusantara, salam pecinta sejarah leluhur tanah jawa Dwipa, Rahayu rahayu sagung dumadhi 🙏🫡🫡🌹♥️

Gambar Achmad Cariri
Achmad Cariri

assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏🌹🫡 mohon maaf sahabat lemodes..., apakah disini ada makamnya para habib yg ikut dakwah Islam pada waktu panembahan Senopati dan selanjutnya, maaf sekedar bertanya,sbb saya tdk pernah berkunjung ke sini,karena aku jateng tapi ujung terbarat...🙏🌹🌹🌹🫡🫡🫡🫣🤗👍

Lihat lainnya(1)

Lihat komentar lainnya