#CapCut @Jeje Jeyusta
Dalam beberapa diskusi yang saya amati di media sosial seperti CapCut, sering muncul perdebatan mengenai batasan aurat dan bagaimana hal ini dipandang oleh berbagai kalangan. Seperti terlihat pada komentar yang menyebutkan 'yang penting ga keliatan auratnya' dan perbedaan opini tentang apa yang pantas atau tidak untuk diunggah, hal ini menunjukkan bahwa sensitivitas terhadap norma budaya tetap sangat tinggi. Saya pribadi pernah merasakan bagaimana sulitnya bersikap bijak dalam membagikan konten, apalagi jika melibatkan anak-anak atau bayi, seperti yang disebutkan dalam OCR 'kan masih bayi'. Ini menimbulkan tanggung jawab tambahan bagi kita sebagai pengguna media sosial untuk memastikan bahwa apa yang kita bagikan tidak menimbulkan salah paham atau bahkan kontroversi negatif. Salah satu hal yang saya pelajari adalah pentingnya edukasi tentang aurat dan norma sosial, tidak hanya dari sisi agama tapi juga budaya serta hukum yang berlaku, sehingga kita dapat bersikap lebih dewasa dan sensitif dalam memproduksi dan mengonsumsi konten digital. Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga diri sendiri tapi juga melindungi orang lain, terutama generasi muda dari pengaruh negatif. Terlepas dari perbedaan pendapat, kita harus saling menghormati dan mencari titik temu yang dapat diterima bersama. Media sosial adalah ruang terbuka yang bisa menjadi tempat edukasi sekaligus hiburan, selama kita tahu batasannya dan menghargai nilai-nilai yang ada.



































