Day 1 Apply Job di Upwork
Hi Lemonade!
Setelah banyak kesemapatan yang aku dapetin dari Fastwork. Beberapa waktu lalu aku coba buat akun di Upwork juga, harapannya karna fee di upwork lebih besar dan jangkauan lebih luas tentunya ya😁
Tapi, selama buat akun belum berani coba buat apply, karena profile masih kurang banget, porto juga masiy sedikit. Dan akhirnya hari ini aku beraniin diri buat apply job di Upwork. Semoga bisa tembus dan pecah telor ya🥰
Kalo aku dapet first klien di Upwork nanti aku sharw porto dan CV nya ya🥰
#LifeBingo #KreatorIndonesia #karir #penghasilantambahan #KerjaSampingan
Waktu pertama kali install aplikasi Upwork di HP, aku juga sempat mikir, "Upwork ini aplikasi apa sih sebenernya?" Dari tampilan awal aja udah kerasa beda sama platform lain kayak Fastwork. Di Upwork ada job feed khusus, bisa diakses lewat mobile app atau lewat laptop, dan setiap job punya detail lengkap: budget, deskripsi, sampai syarat skill. Sebagai Upwork pemula, bagian paling bikin bingung menurut aku itu layar job application interface-nya. Pas klik satu job, di sana kelihatan tombol "Submit a proposal". Begitu diklik, kita langsung dibawa ke proposal submission page. Di bagian ini biasanya ada beberapa kolom yang perlu diisi: 1. Cover letter: di sinilah kamu jelasin siapa kamu, pengalaman singkat, dan kenapa kamu cocok untuk job itu. Aku biasanya mulai dengan sapaan santai tapi tetap profesional, terus lanjut highlight pengalaman yang relevan. 2. Pertanyaan dari klien: beberapa job di Upwork punya screening questions. Jawabnya jangan template banget, usahakan spesifik sesuai kebutuhan job. Ini yang menurutku cukup ngaruh di tahap seleksi. 3. Rate atau bid: ini juga bikin deg-degan. Sebagai pemula, aku lebih milih pasang rate yang realistis dulu, nggak terlalu tinggi tapi juga nggak banting harga banget. Penting banget baca dulu range budget yang ditulis klien di job application screen. Begitu semua sudah diisi dan klik submit, bakal muncul tampilan proposal submission screen dengan notif "Your proposal was submitted" kayak di tangkapan layar di postingan ini. Jujur, momen itu berasa kayak kirim lamaran kerja beneran. Walaupun cuma satu proposal, rasanya sudah melangkah jauh banget dari cuma jadi silent reader di job feed. Kalau kamu lebih sering pakai HP, Upwork mobile app job feed juga cukup enak dipakai. Aku suka scroll lowongan di sela waktu senggang, terus kalau ada yang cocok baru aku buka detailnya di laptop biar lebih leluasa nulis cover letter. Tapi sebenarnya dari mobile app juga sudah bisa langsung apply, interface-nya mirip dan tetap ada halaman proposal submission page yang jelas. Tips dari pengalamanku di day 1 apply job di Upwork: - Jangan nunggu profil sempurna baru berani apply. Sambil jalan, kamu bisa terus update porto dan deskripsi profil. - Simpan satu template dasar cover letter, tapi selalu edit sesuai tiap job. - Perhatikan baik-baik job application screen: lokasi klien, rating klien, jumlah proposal lain, dan budget. Ini ngebantu kamu milih job yang peluangnya lebih besar. Aku sendiri lagi nunggu kabar dari proposal pertama ini. Nanti kalau sudah berhasil dapat first client di Upwork, aku bakal share lebih detail tentang contoh proposal dan CV yang kupakai, biar teman-teman pemula lain nggak terlalu takut buat mulai.


Lihat komentar lainnya