... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali pasang target penghasilan 2 digit dari freelance, aku juga bingung mulai dari mana. Nominalnya kelihatan kecil kalau dibandingin gaji kantoran orang lain, tapi buat aku ini simbol: "oh, ternyata aku bisa hidup dari freelance".
Yang paling kerasa itu di bagian nyusun strategi. Di Maret, aku cuma asal ambil project, penting ada kerjaan. Jadinya jam kerja berantakan, tidur nggak jelas, dan burn out. Baru di bulan-bulan berikutnya aku mulai rapihin:
1. Nentuin target penghasilan per bulan
Aku tulis di buku harian: mau 2 digit per bulan dari freelance, misalnya 10–15 juta. Dari situ aku hitung: kalau 1 project dibayar sekian, berarti aku butuh berapa client per bulan. Cara ini bikin aku lebih kebayang, bukan cuma sekadar "pengen 2 digit".
2. Pilih jenis freelance yang paling cuan
Awalnya aku coba banyak hal, tapi lama-lama aku sadar, pekerjaan yang honornya lumayan dan paling sering kepake klien itu yang harus difokusin. Misalnya: content writing, desain, atau social media management. Di situ aku mulai berani naikin rate pelan-pelan, nggak lagi pasang harga asal diterima.
3. Bikin portfolio yang layak ditunjukin
Laptop dan buku harian jadi temen wajib di kafe. Aku susun ulang portfolio, pilih karya terbaik, tulis penjelasan singkat tiap project. Jadi pas ada calon klien, aku nggak cuma bilang "aku bisa", tapi langsung kasih link atau file portfolio yang rapi.
4. Atur jam kerja biar nggak burnout
Dulu aku pikir kerja lebih lama = penghasilan makin besar. Nyatanya, otak capek bikin hasil kerja nggak maksimal. Sekarang aku batasi jam kerja, misalnya 4–6 jam fokus per hari. Di luar itu, aku pakai buat me time: baca buku, nongkrong sambil minum di kafe, journaling. Aneh tapi nyata, pas aku lebih sayang sama diri sendiri, rezeki malah lebih lancar.
5. Aktif cari klien, bukan nunggu
Di Agustus aku mulai fresh lagi: update profil di platform freelance, aktif di sosmed, share insight seputar kerjaan. Kadang aku DM atau email calon klien pakai pitch singkat. Nggak semua dibalas, tapi dari beberapa yang nyangkut, pelan-pelan target 2 digit mulai terasa lebih realistis.
Buat kamu yang juga lagi ngejar penghasilan 2 digit dari freelance, wajar banget kalau di tengah jalan ngerasa capek atau pengen nyerah. Tapi coba cek lagi: apa targetmu sudah jelas? Jam kerja masih manusiawi? Kamu masih kasih ruang buat diri sendiri buat istirahat?
Aku pribadi masih di perjalanan menuju 2 digit yang lebih besar, tapi milestone pertama ini bikin aku yakin kalau freelance itu bukan cuma kerjaan sampingan, bisa banget jadi sumber penghasilan utama kalau kita mau terus belajar dan ngejaga diri sendiri. Kalau kamu lagi di fase yang sama, boleh banget tulis targetmu dan langkah kecil yang mau kamu mulai bulan ini.
kerja freelance apa kak?