Nek nggonmu ngene iki digawe nylameti opo cah?
Aku dulu juga sering bingung waktu dengar orang bilang, "Hawane kok syahdu ya hari ini." Ternyata, "hawane" itu asalnya dari kata "hawanya" dalam bahasa Indonesia, yang maksudnya suasana atau udara di sekitar kita. Jadi kalau orang nanya "hawane artinya apa?", gampangnya: hawane = hawanya / suasananya. Nah, kalau digabung jadi "hawane syahdu", artinya suasananya terasa syahdu: adem, tenang, bikin hati ayem. Biasanya dipakai buat menggambarkan momen-momen yang kerasa damai, misalnya pas sore hari, angin pelan, suara burung, atau pas ada acara selametan di kampung. Di Blitar sendiri, hawane syahdu sering kerasa waktu ada hajatan atau slametan yang masih pakai takir tradisional. Takir itu lho, wadah makanan dari daun pisang yang dilipet jadi kayak mangkok kecil. Di gambar tadi kan ada tulisan, "NEK DAERAHMU ENEK TAKIR MODEL NGENE IKI ORA CAH?" Nah, di tempatku takir model gitu biasanya dipakai buat tumpeng mini, jenang, atau jajanan pasar. Begitu takir-takir itu ditata rapi di tampah, hawane langsung kerasa beda: wangi daun pisang, rame tapi tetap syahdu. Menurut pengalamanku, hawane syahdu itu bukan cuma soal cuaca yang sejuk, tapi juga tentang rasa kebersamaan. Misalnya: - Waktu malam tirakatan 17-an, lampu remang, orang-orang pada doa bareng, hawane syahdu banget. - Waktu selametan rumah baru, ada takir isi nasi, ayam, urap, semua kumpul, ngobrol santai, hawane kerasa hangat dan ayem. Jadi kalau kamu pengin pakai kata ini di obrolan sehari-hari: - "Hawane kok syahdu, enak buat ngopi." = suasananya enak, tenang, cocok buat santai. - "Hawane dina iki ora enak" = suasana hari ini nggak enak, mungkin panas atau hati lagi nggak karuan. Buat yang bukan orang Jawa atau Blitar, nggak apa-apa banget kalau mau coba pakai kata "hawane" di caption atau status. Justru kerasa lebih lokal dan hangat. Misalnya waktu lagi di kampung, lihat takir-takir disusun buat acara selametan, kamu bisa tulis: "Takir tradisional begini bikin hawane syahdu, langsung kangen kampung." Menurutku, kata-kata begini yang bikin bahasa sehari-hari kita lebih hidup dan dekat sama budaya lokal.










































