BANGGA! Ahrian BAWA Kopi Robusta Blitar Sabet Juara 2 di Kompetisi Nasional 2026
BLITAR – Kopi Robusta asal Blitar kembali membuktikan kualitasnya di level nasional. Ahrian Festyananda, owner Selasar Café sekaligus Ketua Asosiasi Kopi Blitar Raya, berhasil menyabet Juara 2 (Gold Winner) kategori Robusta dalam ajang bergengsi Indonesia Green Coffee Competition 2026 melalui WE Kopi Kolaborasi Season 6. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kopi Robusta Blitar memiliki potensi besar untuk bersaing dan berjaya, tidak hanya di pasar lokal tetapi juga internasional. Lolos Seleksi Ketat Skala Internasional Kompetisi ini diikuti oleh berbagai perwakilan daerah di seluruh Indonesia dengan standar penilaian internasional. Ahrian berhasil melewati tahap seleksi yang sangat kompetitif: Dari ratusan pendaftar, hanya 73 peserta yang dinyatakan lolos ke tahap penilaian. Seluruh sampel kopi yang lolos diproses oleh roaster terpilih untuk menjaga konsistensi rasa sebelum dinilai oleh juri. Dalam tahap cupping dan judging, kopi dari Selorejo, Blitar milik Ahrian berhasil meraih skor 82,80 dengan metode Honey Anaerobic. Misi Membangun Ekosistem Kopi Blitar Ahrian, yang juga merupakan Master Instruktur di LPK Senandung Laras Kopi, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah langkah awal untuk terus memperkuat ekosistem kopi di Blitar. "Penghargaan ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus belajar dan membangun kopi Blitar agar semakin berdaya dan berjaya," ungkapnya. Keberhasilan ini diharapkan dapat memicu kebangkitan kopi lokal Blitar menuju pasar dunia.
Sebagai pecinta kopi, saya sangat terinspirasi melihat prestasi kopi Robusta asal Blitar yang berhasil meraih juara 2 tingkat nasional. Dari pengalaman saya, kualitas kopi lokal sangat dipengaruhi oleh proses pemetikan, fermentasi, hingga metode roasting yang tepat. Metode Honey Anaerobic yang digunakan pada kopi Ahrian, misalnya, memang banyak dipilih karena mampu menghasilkan cita rasa unik dengan keasaman terjaga namun tetap manis alami. Selain itu, penting juga peran komunitas dan asosiasi seperti yang dipimpin Ahrian dalam membangun ekosistem kopi yang berkelanjutan. Dari proses pembinaan petani sampai pengembangan inovasi pengolahan kopi di Blitar terbukti mampu meningkatkan kualitas yang diakui secara nasional. Momen seperti ini bukan hanya kehormatan bagi kopi Blitar tetapi juga peluang memperkenalkan kopi lokal ke pasar internasional lebih luas. Bagi yang ingin mendukung kopi lokal, saya menyarankan untuk terus membeli dan mempromosikan kopi dari petani asli daerah seperti Blitar. Selain membantu perekonomian petani, kita juga bisa menikmati keunikan rasa kopi dengan cerita di balik proses produksinya. Semangat membangun kopi Blitar yang berdaya saing ini menjadi contoh inspiratif untuk daerah lain yang ingin mengembangkan potensi kopi mereka.

