TMMD ke-127 Kodim 0808/Blitar resmi dibuka di Lapangan Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Selasa (10/2/2026), sebagai wujud sinergi TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa melalui semangat gotong royong.
Program TMMD kali ini menyasar pembangunan infrastruktur desa seperti perbaikan jalan, jembatan, perbaikan rumah tak layak huni dan akses air bersih, sekaligus menghadirkan berbagai kegiatan edukatif untuk warga, mulai dari wawasan kebangsaan, bela negara, hingga edukasi kesehatan tentang stunting dan bahaya narkoba.
Dengan tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” program ini dibuka langsung oleh Bupati Blitar Rijanto bersama jajaran Forkopimda. Program ini menekankan bahwa TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga penguatan non-fisik dengan harapan mendorong kemandirian desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Mengikuti perkembangan program TMMD ke-127 di Desa Krisik, saya sangat terkesan dengan semangat gotong royong yang ditumbuhkan di antara warga dan berbagai instansi. Program ini bukan hanya memperbaiki fisik desa seperti jalan, jembatan, dan rumah tak layak huni, tapi juga mengedukasi masyarakat melalui kegiatan kesehatan, wawasan kebangsaan, dan kampanye anti-narkoba. Dalam pengalaman saya, kolaborasi yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat memberikan energi positif yang membuat proses pembangunan desa menjadi lebih cepat dan efektif. Pelayanan publik yang diselenggarakan selama TMMD seperti Disdukcapil, Samsat keliling, dan donor darah menambah nilai manfaat langsung yang warga dapatkan. Selain pembangunan fisik, fokus pada pemberdayaan masyarakat serta penguatan kebersamaan sangat penting untuk membentuk kemandirian desa. Hal ini sesuai dengan tema TMMD tahun ini, "Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa", yang menegaskan bahwa kemajuan desa berdampak pada kesejahteraan Kabupaten Blitar secara menyeluruh. Melihat secara langsung upacara pembukaan dan antusiasme warga, saya merasakan bahwa TMMD menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap pembangunan desa. Semangat gotong royong yang terjalin selama kegiatan ini menjadi fondasi kuat untuk mendorong desa Krisik maju dan warganya sejahtera.
