Berjalan

Sekilas #infoblitar - Kegiatan Berkeliling yang Pertama: Membaca Peta, Mengingat PETA digelar pada Sabtu, 14 Februari 2026 di sekitar kawasan Museum PETA menjadi ruang kecil bagi peserta untuk berjalan pelan sambil membaca kota, mengamati detail-detail yang sering terlewat, serta mengingat kembali jejak sejarah yang tertinggal di sudut-sudut ruang publik. Kegiatan ini diinisiasi oleh "Kala Kita Keliling", sebuah agenda jalan bersama untuk mengamati sudut kota. Dipimpin oleh ketua pelaksana Daniel Sulung dengan menghadirkan Ferry Riyandika sebagai narasumber yang berbagi cerita dan konteks sejarah di tiap titik perjalanan, serta diikuti oleh belasan orang dari berbagai latar belakang yang datang dengan semangat sederhana untuk lebih dekat dengan kota, saling berbagi ingatan, dan merawat cerita-cerita masa lalu agar tetap hidup di tengah perubahan yang terus berjalan.

2/14 Diedit ke

... Baca selengkapnyaBerjalan santai mengelilingi kota sambil membaca peta dan mengamati detail-detail yang sering terlewat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar berjalan biasa. Dalam kegiatan seperti yang digelar di kawasan Museum PETA, saya merasakan betapa pentingnya memperlambat langkah untuk benar-benar menyerap informasi tentang lingkungan sekitar. Mengikuti narasi dari narasumber yang memahami konteks sejarah di tiap titik perjalanan, membuat setiap sudut kota menjadi lebih hidup. Kita tidak hanya melewati jalanan, tetapi juga menapaki kisah-kisah masa lalu yang membentuk identitas kota tersebut. Saya menyadari bahwa kota kita penuh dengan cerita yang kadang tersembunyi, yang hanya bisa ditemukan dengan kepekaan dan ketelitian saat berjalan. Selain manfaat edukatif, kegiatan berjalan bersama seperti yang diinisiasi oleh 'Kala Kita Keliling' ini juga mempererat hubungan sosial antar peserta dari berbagai latar belakang. Berbagi cerita dan ingatan tentang kota memperkuat rasa memiliki dan menjaga warisan budaya agar tetap lestari di tengah perubahan zaman. Saya sangat merekomendasikan untuk mencoba kegiatan serupa, karena selain menyehatkan tubuh, berjalan pelan sambil belajar membaca kota dapat membuka sudut pandang baru dalam mencintai ruang publik dan sejarah lokal. Selalu sisipkan waktu di hidup kita untuk berjalan sambil mengamati dan mendengarkan cerita kota agar warisan budaya dan sejarah tetap hidup dan dirawat oleh generasi sekarang dan yang akan datang.