#InfoBlitar - NGERI CAH! Penemuan Bom Udara Raksasa 1,5 Meter di Kali Lahar Blitar Akhirnya Bisa Dievakuasi, Diduga Masih Aktif Setelah berjuang ekstra selama kurang lebih 4,5 jam, Tim Jibom Brimob Polda Jatim akhirnya berhasil mengangkat benda mencurigakan dari aliran Kali Lahar, Kelurahan Sukorejo, pada Kamis (9/7) ini. Ternyata benda yang sempat dikira batu atau mortir biasa ini adalah bom jenis udara (aircraft bomb) raksasa! Bayangkan saja, ukurannya nggak main-main: panjangnya mencapai 1,5 meter, diameter 25–30 sentimeter, dengan berat diperkirakan antara 50 sampai 100 kilogram. Guwede to? Menurut keterangan Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, biarpun fisik luarnya sudah berkarat karena kelamaan terendam di sungai, bom udara ini diduga kuat masih aktif dan memiliki daya ledak yang tinggi. Alhamdulillah, sekarang bom tersebut sudah dipindahkan ke lokasi yang jauh dari permukiman untuk segera dimusnahkan (disposal). Salut buat warga yang nemuin dan langsung lapor polisi, bukannya diotak-atik sendiri. Iso Bahaya cah! (pan)
7/9 Diedit ke
... Baca selengkapnyaPengalaman ini mengingatkan saya betapa pentingnya kewaspadaan warga sekitar ketika menjumpai benda mencurigakan, terutama yang berhubungan dengan bahan peledak seperti bom udara. Di beberapa daerah yang pernah saya kunjungi, penemuan bom sisa perang atau bahan peledak lainnya memang bukan hal yang jarang tapi selalu menjadi ancaman serius bagi keselamatan. Saya pernah membaca bahwa bom jenis aircraft bomb seperti yang ditemukan di Kali Lahar ini biasanya memiliki daya ledak yang sangat besar, sehingga evakuasi dan penanganan oleh tim Jibom yang terlatih sangat krusial.
Dari cerita penemuan di Blitar ini, saya juga belajar pentingnya tidak mencoba memindahkan atau memodifikasi benda tersebut sendiri. Warga yang melapor langsung ke polisi sudah melakukan langkah yang tepat, karena tindakan sembarangan dapat mengakibatkan ledakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Pengalaman ini menambah wawasan saya tentang prosedur keamanan dalam menghadapi bahan peledak.
Selain itu, saya jadi sadar bahwa keberadaan bom-bom lama yang mungkin masih aktif seringkali tersembunyi di sungai, lahan terbengkalai, atau hutan yang dulu merupakan wilayah perang. Meski terlihat berkarat, bom tersebut tetap memiliki potensi ledak tinggi dan harus ditangani secara profesional. Tim Jibom Brimob yang mampu mengerahkan tenaga dan waktu selama 4,5 jam menunjukkan dedikasi tinggi dalam menjaga keselamatan masyarakat.
Bagi pembaca, kejadian ini menjadi pengingat untuk selalu waspada dan mengedukasi lingkungan sekitar soal potensi bahaya bom udara atau bahan peledak di tempat umum. Jangan lupa selalu menghubungi aparat berwenang jika menjumpai benda serupa agar proses evakuasi berjalan aman dan profesional. Semoga penemuan seperti di Kali Lahar Blitar ini dapat memperkuat kesadaran kita bersama dalam menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.