8 Brand Terkenal yang Sering Dikira Luar Negeri, Padahal Asli Indonesia

Mungkin kamu salah satunya yang mengira brand-brand ini berasal dari luar negeri karena image atau kualitasnya. Ternyata, semuanya adalah hasil karya anak bangsa! Yuk, semakin bangga dan dukung terus produk-produk lokal kita. Berikut adalah 8 brand asli Indonesia yang berhasil menipu banyak orang:

J.CO Donuts & Coffee (Johnny Andrean Group)

HokBen (PT Bogainti)

SilverQueen (PT Petra Food/Ceres)

Holland Bakery (PT Mustika Citra Rasa)

Polytron (PT Hartono Istana Teknologi)

Krisbow (Kawan Lama Group)

Polygon (PT Insera Sena)

Lea Jeans (PT Lea Sanent)

#ProdukLokal #BanggaProdukIndonesia #CintaiProdukLokal #BrandIndonesia #KaryaAnakBangsa #IndonesianBrand #MadeInIndonesia #FaktaUnik #JCO #HokBen #SilverQueen #HollandBakery #Polytron #Krisbow #Polygon #LeaJeans #InfoTeman

4/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku juga termasuk yang mengira beberapa brand ini berasal dari luar negeri. Image-nya keren banget, kualitasnya oke, dan sering muncul di mall besar, jadi otomatis ke-associate sama brand luar. Baru belakangan aku cari tahu, ternyata banyak di antaranya lahir dan besar di Indonesia sendiri. Misalnya SilverQueen, yang sering kita anggap cokelat import. Ternyata itu produk premium dari PT Petra Food (Ceres) di Bandung. Dari dulu aku suka banget kombinasi cokelat dan kacangnya, dan setelah tahu Petra Food itu perusahaan Indonesia, rasanya makin bangga tiap beli di minimarket. Holland Bakery juga menarik. Nama dan logonya sangat Eropa, nuansanya bikin berasa lagi di bakery Belanda. Ternyata didirikan di Jakarta dan memang sengaja pakai image Eropa untuk kesan prestisius. Aku sering beli roti gandum dan kue ulang tahun di sana, dan menurutku ini contoh bagaimana brand lokal bisa main di branding kelas internasional. Polytron dan Krisbow juga nggak kalah keren. Polytron yang awalnya pabrik TV di Kudus sekarang produknya macam-macam: speaker, kulkas, hingga smart TV. Di rumah, beberapa elektronikku merek Polytron dan awet dipakai bertahun-tahun. Sementara Krisbow, kalau kamu pernah ke ACE atau toko perkakas besar, pasti sering lihat. Dari obeng kecil sampai mesin besar, semuanya ada. Aku pernah beli lampu kerja dan toolbox Krisbow, dan kualitasnya menurutku sudah selevel brand global. Polygon pun begitu. Banyak pesepeda luar negeri yang pakai Polygon, padahal pabriknya ada di Sidoarjo. Temanku yang hobi gowes cerita kalau Polygon sering dipuji di komunitas internasional karena desain dan speknya. Lea Jeans juga sering dikira merek Amerika karena gaya "American heritage"-nya, padahal berdiri di Tangerang sejak 1973. Celana jeans Lea yang aku punya cutting-nya nyaman dan tahan lama, nggak kalah dari merek luar. Dari pengalaman pribadi ini, aku jadi makin sadar kalau "brand terkenal di Indonesia" bukan cuma yang terdengar asing atau berbau luar negeri. Banyak sekali merek lokal yang sengaja mengembangkan citra global, tapi akarnya tetap Indonesia. Petra Food dengan SilverQueen, produsen elektronik seperti Polytron, hingga brand fashion seperti Lea Jeans, semuanya contoh nyata bahwa karya anak bangsa bisa bersaing di pasar internasional. Kalau kamu tertarik eksplor lebih jauh, coba deh mulai perhatikan label dan sejarah brand yang kamu pakai sehari-hari. Cari info singkat tentang perusahaannya, tahun berdirinya, dan kota asalnya. Pengalaman belanja jadi lebih meaningful, karena kita tahu bahwa uang yang kita keluarkan juga ikut menguatkan ekosistem bisnis lokal. Pada akhirnya, bangga produk Indonesia itu bukan sekadar slogan, tapi pilihan sadar untuk mendukung brand-brand yang sudah terbukti kualitasnya.