Makan apa dikantor? Warteg for lyfe😍✨🍋

Hi lemonades im Tara

Dulu aku adalah cewe fomo, yang apapun tren aku pasti punya dan ikuti. Oh itu dulu, kalau sekarang? NoooOo😂

Saat aku kerja perlahan lahan aku juga belajar dan mengevaluasi keuanganku, juga suka discus sama teman. Ternyata dari cerita mreka segi keuangan dan assetku sungguh tertinggall jauuh hihi *sad☹️

Tapi tidak ada kata terlambat untuk belajar dan jangan lupa untuk selalu berfikiran positif thingking. Aku menenangkan diriku untuk gapapa kalau keuangan kita belum mencapai titik freedom setidaknya kamu ada di titik ini berkat kemandirian kamu dan kamu sudah hebat tidak menjadi beban orang tua☺️

Btw kenapa saat ini tren frugal living ini trending lagi? Yah kita tau sistem pemerintahan skrang gimana, gaji, efisiensi, dll yang salah satu merubah mind set kita untuk gaboleh diakalin sama negara ini hihi🌝

Apreciate untuk negara kita juga karena sistem technologynya makin canggih ets tapi tetap waspada akan kriminal ya💆🏻‍♀️

Back to topic aku menerapkan frugal living dimana sehari makan sekali pada saat ishoma. Dan makanan sehari hariku adalah warteggg dengan harga 15,000 - 25,000🤩

bismillah konsistenn😂

#cewekkantoran #LifeBingo

2025/8/5 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDi tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu seperti sekarang, aku semakin sadar pentingnya menerapkan gaya hidup hemat atau frugal living. Salah satu kunci yang aku pegang adalah mengendalikan pengeluaran untuk hal yang tidak terlalu penting, agar bisa fokus pada kebutuhan utama. Pernah aku coba makan sampai tiga kali sehari di luar, tapi akhirnya sadar itu bikin kantong cepat bolong. Makanya aku mulai membatasi makan di luar hanya sekali sehari saat ishoma, istilah yang sebenarnya singkatan dari istirahat, sholat, dan makan. Dengan begitu, aku bisa menghemat pengeluaran tapi tetap dapat energi untuk produktif di kantor. Aku biasanya memilih warteg karena harganya terjangkau, sekitar 15,000 sampai 25,000 rupiah, tapi rasanya tetap enak dan porsinya pas. Dari pengalaman personal, makanan warteg favorit aku yang sering tersedia itu ayam goreng, sayuran, dan tempe. Selain hemat, makan di warteg juga bikin aku bisa ikut merasakan kehidupan lokal dan ngobrol dengan orang-orang sekitar. Selain itu, aku juga berhati-hati dalam menggunakan teknologi keuangan seperti QRIS, kartu kredit, atau paylater. Meskipun fitur-fitur ini memudahkan transaksi, aku selalu ingat untuk mempertimbangkan kemampuan finansial dan tidak terbawa arus konsumtif. Perjalanan belajar mengelola aset dan keuangan pribadi memang tidak mudah dan butuh proses. Namun, apapun kondisinya, aku memilih untuk tetap berpikir positif dan bangga dengan kemandirian finansial yang aku raih, meski belum mencapai kebebasan finansial sepenuhnya. Semoga cerita ini bisa menginspirasi kamu yang sedang berjuang juga!

Cari ·
kerja di warteg

2 komentar

Gambar Widia N 🌸
Widia N 🌸

waah bener banget sih ini kak, aku udah gamau fomo”an lagii hhe

Gambar dyann🥷🏻
dyann🥷🏻

tp nyemil buah gak kak? sehari sekali tuh meski menunya ada proteinnya jg aku ttep kurang harus di bantu sama nyemil buah atau snack rendah kalori gtu🥺 kmu gmna kak