Dulu aku suka minum asal asalan dan hampir setiap hari aku minum Es Tehš„ yang kadar Gulanya Tinggi dan ga sehat kalau dikonsumsi setiap harišµ
Harga minuman pun relatif ya start 3,000 an (which is Es Teh) sampe yang macem macem up To 10,000š«¢ Jadi kebayang kan kalau kita bawa Tumbler kemana mana akan lebih hematšāØ
Jadinya kemanapun pergi, kerja, makan diluar, nongkrong aku slalu bawa Tumbler is a must bangetssšā
Tumbler yang aku punya pun sangat worth it, aku beli merk Ecentio warna Pink ( Sering dikira merk Stanleyš«¢ ) Harganya kalau diskon bisa Under 100ribu⨠Tahan awet diisi air Panas dan air es Sehari Semalaman, Ada 2 macam cara minum disedot dan langsung, isi 900mlš
... Baca selengkapnyaJujur, dulu aku nggak kepikiran sama sekali soal penggunaan tumbler. Rasanya lebih praktis aja beli minuman di luar, apalagi es teh manis yang segar banget. Tapi lama-lama kerasa banget, dompet makin tipis dan badan juga gampang lemes karena terlalu sering minum manis.
Akhirnya aku mulai pelan-pelan biasain bawa tumbler sendiri. Awalnya ribet, tapi setelah dibiasain seminggu dua minggu, justru jadi berasa ada yang kurang kalau keluar rumah tanpa tumbler. Sekarang kalau kerja, nongkrong, atau sekadar makan di luar, tumbler pasti selalu ikut. NORMALISASIKAN PAKE TUMBLER beneran relate banget di hidupku sekarang.
Penggunaan tumbler ini bukan cuma soal hemat, tapi juga bikin aku lebih terkontrol minumnya. Biasanya sebelum berangkat aku isi penuh 900 ml air putih atau infused water (kadang aku kasih potongan lemon atau timun). Karena udah kebawa satu āemberā air sendiri, aku otomatis lebih jarang ngelirik minuman manis di restoran. Kalau pun pengen, biasanya cuma pesan satu untuk rame-rame sharing, bukan beli satu-satu lagi.
Tumbler Ecentio yang kupakai juga bantu banget. Dia tahan panas dan dingin seharian, jadi kalau pagi aku isi air hangat, sampai sore masih enak diminum. Kalau lagi pengen minum dingin, aku isi air + es batu, dan beneran bisa tahan sampe berjam-jam. Model sedot dan langsung minum itu juga praktis, tinggal pilih mau yang mana sesuai situasi.
Dari sisi keuangan, aku pernah iseng hitung. Dulu hampir tiap hari beli minuman 5.000ā10.000. Kalau rata-rata 7.000 per hari, sebulan bisa habis sekitar 210.000 hanya buat minuman manis. Sekarang, dengan penggunaan tumbler, aku cuma beli galon atau isi ulang air minum di rumah yang jauh lebih murah. Dalam beberapa bulan, harga tumbler itu kerasa banget sudah ābalik modalā.
Plus, ada bonus lain yang baru kerasa belakangan. Karena lebih sering minum air putih, badan rasanya lebih enteng, kulit nggak terlalu kering, dan jarang ngerasa kembung. Niat awal cuma pengen hemat, tapi ternyata efek ke kesehatan juga lumayan.
Kalau kamu mau mulai penggunaan tumbler juga, tips dari aku:
1. Pilih ukuran yang sesuai aktivitasmu. Aku pilih 900 ml biar nggak sering-sering isi ulang.
2. Pilih warna dan desain yang kamu suka, biar semangat bawanya. Punya warna pink atau krem gemes gitu bikin makin nggak malu bawa ke mana-mana.
3. Biasakan isi sebelum keluar rumah, jadi nggak ada alasan ālupa diisiā.
4. Taruh tumbler di tempat yang gampang dilihat (dekat pintu, di meja kerja, di tas andalan), supaya kebiasaan baru ini nempel.
Menurutku, penggunaan tumbler itu hal kecil yang efeknya besar: lebih hemat, lebih sehat, dan lebih ramah lingkungan karena kita ngurangin sampah gelas plastik dan botol sekali pakai. Kalau kamu masih ragu, coba aja dulu seminggu. Siapa tau nanti malah jadi secinta itu juga sama tumbler-mu sendiri.
akuuu jg udah biasain ini dr jaman kuliah kkš