Menghadapi orang asing di jalan memang bisa menjadi situasi yang menegangkan, terutama bagi mereka yang introvert atau tidak begitu suka berinteraksi dengan orang lain secara spontan. Dari pengalaman saya, menerapkan soft skill seperti berpura-pura tidak tahu dan pura-pura percaya sangat membantu dalam menjaga jarak dan keamanan diri. Saat ada seseorang yang mendekati saya, biasanya saya akan memperhatikan bahasa tubuh dan nada suara mereka. Jika terasa mencurigakan atau tidak nyaman, saya memilih untuk menerima percakapan dengan sikap tenang tapi tetap menjaga kewaspadaan, seolah-olah mempercayai mereka namun tetap waspada terhadap kemungkinan terburuk. Dengan cara ini, kita bisa menghindari konflik tanpa harus terlihat kasar atau menyinggung perasaan orang tersebut. Selain itu, penting juga untuk mengasah kemampuan komunikasi nonverbal, seperti menjaga ekspresi wajah tetap netral dan menghindari kontak mata yang terlalu lama agar tidak memberikan sinyal berlebihan. Hal ini sejalan dengan teknik pura-pura tidak tahu yang membuat kita tampak tidak terlibat dan tidak memberikan kesempatan bagi orang random tersebut untuk mengembangkan percakapan yang tidak diinginkan. Keterampilan ini tidak hanya berguna untuk keamanan pribadi, tetapi juga membantu mengurangi kecemasan sosial yang muncul ketika harus berhadapan dengan situasi tidak terduga di jalanan. Mencoba mempraktekkan teknik ini secara konsisten dapat membangun rasa percaya diri dan membiasakan diri dalam menghadapi interaksi sosial yang tidak direncanakan dengan lebih tenang dan bijak.
5/11 Diedit ke
