Seandainya IRT gak dimasukkin grup keluarga suami
Hai Lemonades🍋
salut banget adek sepupulu berani bilang gt ke iparnya 😁 tapi apa bener kalo gak masuk grup keluarga suami berarti gak dianggap sbg keluarga?
Kalo itu terjadi sama aku, aku malah dengan kesadaran penuh gak perlu dimasukkin ke grup keluarga suami, terlepas mau dianggep atau enggak 🤣 buatku, masuk grup keluarga suami kyk keluar dari zona nyaman 🤣😭 aku introvert bgt, jarang komen2 di grup soalnya..jadi
udah cukup kalo ada apa2 diinfo dr suami aja lah.. 🤫
#Seandainya kalian IRT gak dimasukkin grup keluarga suami, apa bakal sakit hati?
Jujur, isu "tidak dianggap keluarga suami" itu nyentil banyak IRT, apalagi yang kayak aku: pendiam, introvert, dan nggak jago basa-basi di grup WhatsApp. Kadang yang bikin galau itu bukan sekadar grupnya, tapi rasa nggak diakui keberadaan kita sebagai bagian dari keluarga. Ada teman aku yang pernah cerita, dia nggak pernah dimasukkin grup keluarga suami selama 3 tahun menikah. Setiap ada acara keluarga, dia cuma tahu sepintas dari suami, itu pun kadang mepet. Lama-lama dia ngerasa, "Apa aku nggak dianggap menantu ya?" Padahal kalau ketemu langsung, semua baik-baik saja, cuma memang nggak pernah dilibatkan dalam obrolan keluarga lewat grup. Menurut pengalamanku, rasa tidak dianggap keluarga suami itu muncul ketika kita nggak diajak diskusi soal hal-hal keluarga yang penting: misal rencana mudik, jagain orangtua yang sakit, atau keputusan bersama soal acara besar. Kalau semua dibahas di grup keluarga suami tanpa kita, dan kita nggak pernah tahu, wajar kalau hati jadi sensitif. Tapi di sisi lain, aku belajar buat milih mana yang benar-benar penting buat diperjuangkan, dan mana yang nggak perlu bikin overthinking. Selama info penting tetap disampaikan suami, dan hubungan kita berdua sehat, aku mulai menerima kalau kedekatanku dengan keluarga suami memang beda ritmenya. Nggak semua orang harus dekat lewat grup chat, ada yang nyaman lewat obrolan langsung atau ketemu tatap muka. Kalau kamu merasa tidak dianggap keluarga suami, coba ngobrol pelan-pelan sama pasangan. Bilang kalau kamu pengin lebih dilibatkan, bukan sekadar dimasukkin grup, tapi juga diajak ngomong, ditanya pendapat, atau minimal dikasih tahu lebih awal soal hal-hal penting. Kadang suami nggak sadar kalau istrinya merasa diabaikan, karena dia ngerasa semua baik-baik aja. Yang paling aku pegang: kita tetap berharga sebagai istri dan IRT meski nggak ada di grup keluarga suami. Diakui atau nggak oleh keluarga besar, bukan ukuran nilai diri kita. Kita boleh kok bikin batasan biar mental tetap sehat, tapi sekaligus pelan-pelan bangun komunikasi supaya nggak ada miskomunikasi. Dan kalau suatu hari kamu ternyata baru diajak masuk grup keluarga suami, kamu boleh banget set batasan: mau aktif atau hanya baca, mau mute grup, atau cuma respon kalau ada hal penting. Nggak aktif di grup itu nggak berarti kamu nggak sayang keluarga suami, itu cuma soal gaya komunikasi yang berbeda. Yang penting, kamu tetap merasa dihargai dan tidak terus-terusan merasa tidak dianggap keluarga suami.



lah kak aku jg ga dimasukin ke grup keluarga suami 😂 adminnya iparku sendiri. dan aku ga peduli 😂