1.083 PENGUNJUNG PADATI LAPAS SEKAYU, RAYAKAN IDHUL ADHA BERSAMA WARGA BINAAN
#pemda .kab.muba
#dprd .kab.muba
#lapas .kab.muba
#kecamatan .kab.muba
#pemdes .kab.muba
inciident24com
Sekayu - Hari Raya Idul Adha 1447 H membawa suasana haru dan kebahagiaan di Lapas Sekayu. Sebanyak 1.083 pengunjung datang pada Kamis (28/5/2026) untuk bersilaturahmi dan merayakan hari raya bersama keluarga yang sedang menjalani pembinaan. Sejak pukul 07.00 WIB, area lapas sudah dipadati keluarga yang antusias melepas rindu.
Kepala Lapas Sekayu, Aris Sakuriyadi, menyebut layanan ini sebagai wujud pelayanan kemanusiaan agar warga binaan tetap merasakan kebersamaan. “Kami harap momen ini membawa kebahagiaan, mempererat hubungan, dan jadi semangat bagi warga binaan menjalani pembinaan,” ujarnya.
Agar tertib dan nyaman, kunjungan dibagi dua sesi: pagi (09.00–12.00 WIB) dan siang (13.00–15.00 WIB). Aris juga memantau langsung jalannya kegiatan. “Alhamdulillah berjalan lancar, aman, dan kondusif. Terima kasih pada seluruh petugas yang sudah bekerja maksimal,” tutupnya.
Idul Adha di Lapas Sekayu bukan hanya soal perayaan, tapi juga momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antara warga binaan dan keluarga mereka. Dari pengalaman saya mengikuti kegiatan serupa, suasana di area lapas terasa sangat hangat dan penuh kebahagiaan meski dalam kondisi pembinaan yang ketat. Pengelolaan kunjungan yang dibagi menjadi dua sesi, pagi dan siang, sangat membantu menjaga ketertiban sehingga semua pengunjung dapat menikmati waktu bersama keluarga dengan nyaman. Kegiatan ini juga jadi ajang refleksi dan semangat baru bagi warga binaan. Kehadiran keluarga memberikan energi positif yang penting untuk motivasi menjalani pembinaan dengan penuh harapan. Saya perhatikan pula peran petugas lapas yang sigap mengamankan acara, membuat proses silaturahmi berjalan lancar dan aman. Momen Idul Adha di lapas ini menunjukkan bahwa meski dalam pembatasan, nilai kemanusiaan dan kebersamaan tetap dijunjung tinggi. Kegiatan seperti ini tentu membawa manfaat besar baik bagi warga binaan maupun keluarga mereka, serta meningkatkan citra lapas sebagai tempat rehabilitasi yang humanis dan suportif. Semoga acara seperti ini terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lapas lain di Indonesia.


























































