Misteri Batu Terbelah Sempurna di Arab Saudi
Pas pertama kali lihat foto Batu Al Naslaa, aku juga mikir, kok bisa ada batu besar di tengah padang pasir yang terbelah lurus dan rapi banget gitu? Banyak orang akhirnya mencari jawabannya lewat sains dan juga agama, termasuk mencoba mengaitkannya dengan Al Qur’an. Kalau kita bahas dari sisi Al Qur’an, yang paling sering disebut warganet adalah kisah kaum Tsamud dan Nabi Shalih AS, di mana ada mukjizat unta betina yang keluar dari batu. Beberapa orang di internet berspekulasi: “Jangan-jangan Batu Al Naslaa ini ada hubungannya dengan kisah itu?” Tapi sampai sekarang, nggak ada dalil pasti, baik ayat Al Qur’an maupun hadits, yang menyebut secara jelas nama “Batu Al Naslaa”. Jadi, menghubungkan batu ini langsung dengan kisah tertentu di Al Qur’an masih sebatas dugaan dan rasa penasaran saja. Ulama sendiri biasanya mengingatkan, kalau mau mengaitkan fenomena alam dengan kisah dalam Al Qur’an, sebaiknya hati-hati dan jangan sampai memastikannya tanpa dalil yang kuat. Boleh kagum dan bertadabbur (merenungi) ciptaan Allah, tapi jangan sampai menjadikannya kepastian sejarah atau akidah. Jadi, posisi aman buat kita sebagai pembaca adalah menganggap Batu Al Naslaa sebagai salah satu fenomena alam yang bisa jadi sarana mengingat kebesaran Allah, tanpa mengklaim pasti ini adalah batu dari kisah tertentu. Dari sisi sains, para geolog menjelaskan kalau retakan lurus di Batu Al Naslaa bisa muncul karena beberapa hal: pergerakan kerak bumi (fault), perubahan suhu ekstrem siang–malam di gurun, sampai proses pelapukan alami selama ribuan tahun. Kadang, ada juga kemungkinan retakan mengikuti garis kelemahan mineral di dalam batu, sehingga tampak seperti dipotong laser padahal itu proses alami yang sangat panjang. Yang menarik, buat aku pribadi, justru kombinasi antara rasa takjub secara ilmiah dan rasa kagum secara spiritual. Di satu sisi, penjelasan ilmiah bikin kita sadar kalau fenomena seperti ini bisa dijelaskan dengan hukum alam. Di sisi lain, muslim biasanya memandang hukum alam itu sendiri sebagai bagian dari sunnatullah, aturan yang Allah tetapkan di alam semesta. Jadi nggak harus dipertentangkan, malah bisa saling melengkapi. Kalau kamu tertarik menghubungkan fenomena seperti Batu Al Naslaa dengan Al Qur’an, mungkin cara yang lebih aman adalah melihat ayat-ayat yang mengajak kita merenungkan gunung, batu, dan alam secara umum. Misalnya ayat tentang bagaimana Allah menciptakan gunung sebagai pasak bumi, atau ayat yang mengajak manusia melihat tanda-tanda kekuasaan-Nya di langit dan di bumi. Batu ini bisa jadi salah satu contoh konkrit yang bikin kita berhenti sebentar dan mikir, "Wow, ternyata bentuk-bentuk alam itu bisa seunik ini." Jadi, menurut pengalamanku baca-baca, sejauh ini tidak ada keterangan resmi dalam Al Qur’an atau tafsir klasik yang bilang langsung tentang Batu Al Naslaa. Tapi bukan berarti kita nggak boleh takjub. Selama kita nggak mengada-ada soal dalil, kita masih bisa menikmati misterinya, mempelajari penjelasan ilmiahnya, dan menjadikannya pengingat bahwa di dunia ini masih banyak hal yang nggak kita pahami sepenuhnya.