Karena setiap bunga itu istimewa
Sejujurnya, aku dulu cuma tahu bunga seroja dari lagu dan puisi yang sering bilang "bunga seroja rupa yang elok jangan dimanja". Tapi setelah cari tahu arti bunga seroja, aku jadi merasa bunga ini relate banget sama perjalanan hidup aku sendiri. Seroja atau lotus itu tumbuh dari lumpur yang kotor, tapi bisa muncul ke permukaan jadi bunga yang indah banget. Dari situ banyak orang mengartikan bunga seroja sebagai simbol keteguhan hati, kesucian, dan kemampuan bangkit dari situasi yang sulit. Jadi kalau sekarang bukan zaman bermenung, buat aku maksudnya lebih ke: bukan zaman cuma meratapi masalah, tapi zaman berusaha bangkit pelan-pelan, kayak seroja yang tetap tumbuh meski akarnya di lumpur. Aku pernah ada di fase hidup yang rasanya "terjebak" dalam lumpur masalah. Overthinking tiap malam, merasa nggak berharga. Sampai suatu waktu dengar lagi lirik tentang bunga seroja, terus aku mulai mikir, mungkin aku lagi ada di bagian lumpur itu, tapi bukan berarti aku nggak bisa jadi "rupa yang elok" suatu hari nanti. Sejak itu aku pelan-pelan belajar menerima diri sendiri dan nggak terlalu memanjakan rasa sedih. Buat aku, arti bunga seroja juga nyambung sama proses jadi dewasa. Di OCR fotonya ada kata-kata "mari adik bersama memetik bunga" dan "menyusun seroja bunga putri remaja". Rasanya kayak ajakan buat kita yang masih berjuang di usia remaja atau dewasa muda, untuk pelan-pelan menyusun hidup kita, meski berangkat dari pengalaman pahit. Seroja mengingatkan kalau dari luka dan kegagalan, masih ada kemungkinan tumbuh sesuatu yang indah. Kalau kamu lagi lewat masa berat, mungkin bisa pakai bunga seroja sebagai pengingat pribadi. Nggak apa-apa kalau sekarang masih di tahap lumpur: banyak nangis, banyak belajar, banyak salah. Justru dari situlah nanti karakter kamu terbentuk. Ketika orang lain cuma lihat hasil akhirnya yang cantik, kamu sendiri tahu betapa keras perjuanganmu buat sampai di titik itu. Arti bunga seroja menurut aku pribadi: tetap bersinar meski berasal dari kegelapan, tetap lembut meski ditempa banyak luka, dan tetap punya harapan meski dunia rasanya keras. Jadi saat kamu merasa nggak layak dicintai atau nggak cukup baik, ingat seroja: akarnya di tempat yang nggak "indah", tapi itu nggak mengurangi kecantikan bunganya sama sekali. Kadang kita perlu berhenti memanjakan rasa takut, dan mulai memuji diri sendiri seperti lirik yang bilang "pujalah dia sekedar saja". Nggak harus sempurna, cukup apresiasi langkah kecil yang kamu ambil hari ini. Siapa tahu, suatu hari kamu sadar kalau kamu sudah jadi "bunga seroja" versi dirimu sendiri.



























































