dibilang bodoh ,siapa peduli....

ketika kita tahu nih ada orang yang salah jahat kekita....nipu atau apapun deh kejahatan nya...

kita harus belajar berusaha mengampuni... ya karna kalupun dibalas kita ngak dapat keuntungan ngak ada profittttt... dan kemarahan dendam akan membangkitkan ganggu an jiwa...ya jadi untuk memelihara kewarasan kita wajib belajar mengampuni ...

Secara teologis, pengampunan adalah

Pencapaianku

🏆 Yang aku banggakan:

💛 Momen berkesan:

🌼 Harapanku: melepaskan hak kita untuk membalas dendam atau menghukum orang yang bersalah kepada kita....

percayalah.. meskipun susah ....masih bisa diusahain daripada itu dendam Ama marah jadi kangker santet teluh....😁😆😅.....

yukkkkk waras bersama....

Radin Inten II International Airport Runway
1/30 Diedit ke

... Baca selengkapnyaMengampuni bukanlah hal yang mudah, terutama saat kita merasa dikhianati atau disakiti oleh orang lain. Saya pernah mengalami situasi di mana seseorang berbuat jahat kepada saya, dan saya merasa sangat terluka dan marah. Namun, seiring waktu, saya menyadari bahwa membalas dendam atau terus menyimpan kebencian hanya memperburuk kondisi hati dan pikiran saya. Dalam perjalanan saya menuju pengampunan, saya belajar bahwa mengampuni bukan berarti melupakan atau membenarkan kesalahan orang lain, melainkan melepaskan beban negatif yang mengikat kita secara emosional. Dengan mengampuni, saya merasa lebih ringan dan lebih damai dalam menjalani hidup. Selain itu, saya juga menemukan bahwa pengampunan memiliki manfaat kesehatan yang nyata, seperti mengurangi stres, meningkatkan kualitas tidur, dan memperbaiki hubungan interpersonal. Secara psikologis, memaafkan membantu saya mengendalikan emosi dan menghindari gangguan mental yang disebabkan oleh dendam atau kemarahan berkepanjangan. Dalam praktiknya, saya mencoba menerapkan langkah kecil, seperti menulis perasaan saya, berbicara dengan orang yang saya maafkan jika memungkinkan, atau sekadar merenungkan sisi baik diri saya dan orang lain. Proses ini memang tidak instant, tetapi berkelanjutan dan membawa perubahan positif. Jadi, bagi siapa saja yang sedang berjuang dengan rasa sakit hati akibat tindakan orang lain, saya ingin menyampaikan bahwa belajar mengampuni adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kewarasan diri. Jangan biarkan dendam menjadi kanker yang menggerogoti jiwa. Mari bersama-sama memilih kedamaian, karena hidup lebih bermakna saat kita bisa melepaskan beban masa lalu demi masa depan yang lebih cerah.