Lada Putih Bangka Belitung
🌿 Kenapa lada di Belitung disebut sahang?
Di Belitung, masyarakat lebih akrab menyebut lada sebagai sahang. Rempah kecil ini bukan sekadar bumbu dapur, tetapi telah menjadi bagian dari sejarah, budaya, dan mata pencaharian masyarakat selama ratusan tahun.
Didukung tanah granit, iklim tropis, dan keterampilan para petani, sahang Belitung menghasilkan lada putih berkualitas tinggi dengan aroma khas. Bersama lada dari Bangka, komoditas ini telah dikenal di pasar internasional dan menjadi salah satu rempah unggulan Indonesia.
Dalam video ini, kita menelusuri perjalanan sahang, mulai dari kebun, proses pengolahan menjadi lada putih, hingga bagaimana rempah ini pernah menjadi komoditas yang diburu dunia. Semoga semakin banyak yang mengenal bahwa Belitung bukan hanya terkenal dengan pantainya, tetapi juga dengan warisan rempahnya.
💬 Di daerahmu, apa sebutan untuk lada? Tulis di kolom komentar!
Kredit sumber: • Balai Karantina Indonesia (informasi komoditas lada) • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung • Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian RI • Pengetahuan dan tradisi masyarakat Belitung mengenai "sahang"
#Belitung #Sahang #LadaPutih #BangkaBelitung #SejarahBelitung
Pengalaman saya mencoba lada putih dari Bangka Belitung mengungkap betapa uniknya rempah ini. Lada yang dikenal sebagai sahang ini memang memiliki aroma yang berbeda dengan lada putih dari daerah lain. Suasana kebun lada yang dikelilingi oleh tanah granit membuat hasilnya menjadi lebih berkualitas dan beraroma khas. Saya pernah mengunjungi petani lada di Belitung dan menyaksikan langsung bagaimana proses panen dan pengolahan sahang dilakukan dengan cermat. Dari pemilihan buah lada yang matang sampai proses pengeringan yang alami, semua dilakukan untuk mempertahankan kualitas dan aroma terbaik. Proses ini ternyata bukan hanya tradisi turun-temurun tetapi juga merupakan bentuk kepedulian terhadap kualitas rempah. Salah satu hal menarik dari lada putih Bangka Belitung adalah penggunaannya yang luas tidak hanya di dapur rumah tangga, tetapi juga dalam industri kuliner dan kesehatan. Banyak restoran kelas atas menggunakan sahang untuk menyempurnakan cita rasa masakan mereka, dan masyarakat setempat menganggap lada ini juga memiliki khasiat baik bagi kesehatan. Selain itu, saya merasa lada ini adalah salah satu ikon penting yang memperkaya kekayaan budaya Bangka Belitung. Mengetahui sejarahnya sebagai komoditas yang pernah diburu dunia, membuat saya lebih menghargai setiap butir lada yang saya gunakan dalam masakan. Jadi, jika Anda ingin mencoba lada dengan citarasa unik dan kaya sejarah, lada putih sahang dari Bangka Belitung adalah pilihan tepat. Bagaimana dengan daerah Anda? Apakah lada punya sebutan khusus seperti sahang di Belitung? Ceritakan pengalaman Anda dalam menggunakan rempah ini untuk menambah wawasan kita semua soal keanekaragaman rempah Indonesia.