Besaoh Dalam Ume
Besaoh Dalam Ume, warisan gotong royong masyarakat Belitung yang tak lekang oleh waktu.
Jauh sebelum alat modern mempermudah pekerjaan, masyarakat Belitung mengandalkan besaoh, yaitu tradisi saling membantu mengerjakan ladang (ume) secara bergiliran tanpa upah.
Hari ini membantu ladang tetangga, esok tetangga membantu ladang kita. Semua dilakukan dengan semangat kebersamaan.
Sebelum membuka ladang, masyarakat biasanya melakukan nyarik utan, mencari lahan yang sesuai, lalu memasuki hutan dengan penuh rasa hormat kepada alam. Di tengah ladang berdiri pondok ume, tempat beristirahat, berkumpul, memasak, dan mempererat persaudaraan setelah bekerja bersama.
Tradisi ini bukan hanya tentang bertani, tetapi juga mengajarkan nilai gotong royong, saling percaya, menghormati alam, dan menjaga persatuan. Nilai-nilai inilah yang membuat Besaoh Dalam Ume ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2016.
Semoga tradisi luhur masyarakat Belitung ini terus dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Kredit:
Sumber budaya: Katalog Warisan Budaya Takbenda Indonesia 2018 (Kemendikbud RI)
Referensi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Konsep, visual 3D Clay, narasi & penyuntingan: iTAP Belitung
#BesaohDalamUme #Belitung #warisanbudaya #BudayaIndonesia #3dclay
Sebagai warga yang pernah tinggal di Belitung, saya merasa bahwa tradisi Besaoh Dalam Ume memang sangat unik dan penuh makna. Saya pernah ikut serta dalam kegiatan besaoh di sebuah ladang ume, dan pengalaman itu sangat mengesankan. Semua orang datang dengan semangat kebersamaan tanpa ada unsur keuntungan materiil, melainkan karena rasa saling percaya dan persaudaraan yang sudah terjalin lama. Selain kerja fisik di ladang, momen istirahat di pondok ume menjadi saat yang istimewa untuk saling bertukar cerita dan mempererat ikatan sosial. Di sana saya melihat betapa pentingnya menghormati alam sekitar dengan penuh rasa syukur, yang tercermin dalam tradisi nyarik utan saat memilih lahan yang akan ditanami. Menurut saya, nilai gotong royong yang diajarkan oleh Besaoh Dalam Ume bukan hanya relevan pada masa lalu, tetapi juga sangat penting dipertahankan di era modern ini. Kegiatan ini juga secara tidak langsung mengajarkan penghormatan terhadap lingkungan dan menjaga kelestarian alam, sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini. Pengalaman mengikuti Besaoh Dalam Ume membuat saya lebih menghargai kearifan lokal dan warisan budaya Indonesia yang beragam, serta pentingnya meneruskan tradisi ini kepada generasi muda supaya nilai gotong royong dan cinta alam tetap hidup dan berkembang.