... Baca selengkapnyaMembaca Broken Strings, sebuah memoir yang ditulis oleh Aurélie Moeremans, saya merasa buku ini bukan hanya sekadar kisah putus asa atau catatan masa lalu. Lebih dari itu, buku ini mengajak kita untuk mengevaluasi kembali standar dalam hubungan percintaan kita sehari-hari. Dari pengalaman pribadi, saya menyadari sering kali kita menoleransi perilaku yang sebenarnya berbahaya karena takut kehilangan, atau karena merasa itu hal yang wajar dalam hubungan.
Dalam buku ini, Aurora—penulisnya—mengungkapkan bahwa cinta yang sehat harusnya membuat kita merasa aman, bukan takut atau tertekan. Saya percaya ini sangat penting, apalagi di zaman sekarang ketika media sosial kerap menampilkan hubungan yang tampak sempurna tapi sebenarnya penuh konflik dan kontrol. Buku ini mengingatkan kita bahwa hubungan yang baik adalah yang membebaskan suara kita, bukan malah membuatnya hilang.
Selain itu, Broken Strings juga membuka perspektif bahwa mendengarkan diri sendiri itu vital. Ketika saya membaca bagian-bagian tentang bagaimana hubungan bisa menjadi medan luka, bukan tempat pulang, saya jadi lebih sadar untuk tidak mengabaikan perasaan dan intuisi saya. Terkadang kita butuh berhenti sejenak dan bertanya, 'Apakah aku benar-benar bahagia di sini?'
Buku ini tidak bermaksud menyalahkan pasangan, tapi lebih pada ajakan untuk jujur kepada diri sendiri dan berani mengambil langkah jika sesuatu tidak lagi sehat. Saya pribadi merasa tercerahkan setelah membacanya, dan berharap buku ini bisa menjadi inspirasi banyak orang untuk membangun hubungan yang bukan hanya bertahan, tapi juga tumbuh dengan sehat dan bahagia.
Kalau kamu juga pernah merasa hubunganmu penuh tanda tanya atau bahkan takut, Broken Strings bisa jadi panduan untuk memahami dan memperbaikinya. Ingat, hubungan yang sehat adalah tempat kita merasa pulang, bukan tempat yang menyakiti.
kebetulan saya dan suami beda 14thn ... tp mungkin krn kami nikah di saat saya umur 22thn dan suami 36thn ... jadi gak seperti di buku ... tp buku ini bs jd pelajaran jg untuk bnyk ortu yg pny anak remaja terutama saya yg pny anak laki2 3 ... untuk bs lbh menghargai wanita 🙏🏿
kebetulan saya dan suami beda 14thn ... tp mungkin krn kami nikah di saat saya umur 22thn dan suami 36thn ... jadi gak seperti di buku ... tp buku ini bs jd pelajaran jg untuk bnyk ortu yg pny anak remaja terutama saya yg pny anak laki2 3 ... untuk bs lbh menghargai wanita 🙏🏿