Padahal cantik banget kalo bisa besar mawarnya, jadi bisa punya mawar potong sendiri di rumah 🥹 #gardeningwithdave #mawar
Setelah sebulan nanam mawar Holland di dataran rendah, aku baru sadar kalau perawatannya memang agak beda dibanding mawar biasa. Awal-awal tanam, bunganya sempat keliatan layu dan ukurannya belum bisa besar, padahal impiannya pengen punya mawar potong sendiri di rumah. Hal pertama yang aku perhatiin adalah soal panas dan posisi tanam. Di dataran rendah, matahari cenderung lebih terik, jadi aku mulai geser posisi pot ke tempat yang tetap kena sinar pagi tapi agak keteduhan di siang hari. Ternyata ini cukup ngaruh, daun nggak gampang gosong dan tunas baru lebih cepat muncul. Lalu soal penyiraman, mawar Holland ternyata nggak suka tanah yang terlalu becek. Dulu aku siram pagi dan sore, tapi setelah baca-baca dan coba sendiri, sekarang cukup 1x sehari atau bahkan 2 hari sekali kalau tanahnya masih lembap. Yang penting airnya meresap sampai akar, bukan cuma ngebasahin permukaan. Media tanam juga berpengaruh banget. Awalnya aku pakai tanah biasa dari kebun, tapi pertumbuhan bunganya cenderung kecil dan kaku. Setelah aku ganti campuran tanah taman + kompos + sedikit sekam, mawar Holland mulai nunjukin perkembangan yang lebih oke. Batangnya lebih kokoh dan calon kuncup mulai muncul lebih banyak. Untuk pupuk, aku pakai pupuk NPK dosis rendah setiap beberapa minggu, plus pupuk kandang yang sudah matang. Jangan kebanyakan karena bisa bikin akar malah kebakar. Di fase H+1 bulan ini, aku lebih fokus ngejaga tanaman tetap sehat dulu daripada maksa langsung keluar bunga besar. Satu hal lagi yang aku pelajari: jangan takut untuk pangkas. Waktu ada batang yang keliatan lemah atau daun yang kena penyakit, aku potong pakai gunting steril. Setelah rutin bersihin dan pangkas ringan, pertumbuhan baru terasa lebih rapi dan terarah. Dari sini baru kelihatan kalau mawar Holland di dataran rendah tetap bisa bertahan, asal sabar dan telaten. Kalau kamu lagi coba tanam mawar Holland juga di daerah panas, jangan langsung putus asa kalau sebulan pertama bunganya belum maksimal. Di kasusku, H+1 bulan lebih ke fase adaptasi. Justru setelah lewat sebulan, tanaman mulai stabil dan baru pelan-pelan nunjukin kuncup yang lebih besar. Intinya: atur sinar matahari, perhatiin siraman, pakai media tanam yang gembur, dan jangan lupa pupuk secukupnya. Ke depan, aku pengen coba beberapa varian mawar Holland lain dan bandingin mana yang paling cocok buat dataran rendah. Semoga pengalaman ini bisa bantu kamu yang juga pengen punya mawar potong cantik di rumah, meskipun tinggal di daerah panas.



















