Stek mawar dengan media air (water propagation) lebih lama tumbuhnya daripada stek langsung tancap ke tanah. Tapi kelebihannya, selama 1,5 bulan ini masih belum ada yang busuk / mengering batangnya. Palingan rontok daunnya aja. #gardeningwithdave #gardeningtips #mawar #propagation

2025/9/23 Diedit ke

... Baca selengkapnyaJadi waktu pertama kali nyoba stek mawar di air, jujur aku juga penasaran: apakah mawar bisa hidup di air cukup lama tanpa busuk? Ternyata bisa banget, asalkan langkah awalnya bener dan rutin dicek. Di update 1,5 bulan ini, akarnya memang baru sehelai-sehelai, tapi batang masih aman, nggak ada tanda-tanda kebusukan sama sekali. Kalau kamu mau coba cara menanam mawar dari batang media air, pertama pilih batang yang sehat. Biasanya aku ambil batang yang sudah pernah berbunga, tapi nggak terlalu tua. Potong miring pakai gunting steril supaya luka potongnya bersih. Daun bagian bawah aku buang semua, sisain 2–3 helai daun di atas biar tanaman masih bisa fotosintesis tapi nggak boros energi. Untuk wadah air, aku pakai gelas bening atau botol kaca supaya perkembangan akar kelihatan jelas. Airnya aku pakai air matang yang sudah dingin atau air sumur yang bersih. Pastikan bagian node (ruas batang tempat daun tumbuh) terendam air, karena dari situlah akar mawar akan tumbuh. Usahakan nggak terlalu banyak daun yang kena air, supaya nggak cepat busuk. Perawatan hariannya simpel: tiap beberapa hari sekali aku cek, kalau air sudah agak keruh langsung ganti. Biasanya 3–4 hari sekali udah waktunya markicek alias mari kita cek, sekalian lihat apakah sudah ada akar putih kecil yang muncul. Kalau ada bagian batang yang mulai menghitam atau lembek, langsung dipotong sampai bagian yang masih hijau dan sehat. Buat kamu yang bertanya-tanya, lebih baik stek mawar di tanah atau di air? Dari pengalamanku, stek langsung tancap ke tanah memang lebih cepat tumbuh akar dan tunas. Tapi stek mawar dengan media air lebih gampang dikontrol, karena kita bisa lihat jelas kondisi akar dan batang, jadi lebih kecil kemungkinan busuk diam-diam. Cocok banget buat pemula yang masih belajar cara menyetek mawar. Kalau akar sudah mulai banyak (nggak cuma sehelai doang), kamu bisa mulai adaptasi ke tanah. Caranya, siapkan media tanam yang gembur: campuran tanah kebun, kompos, dan sedikit pasir. Tanam perlahan, jangan sampai akar patah. Di minggu-minggu awal setelah dipindah ke tanah, simpan di tempat yang teduh dulu, jangan langsung kena matahari siang yang terik. Aku sendiri masih nunggu perkembangan tunas baru dari beberapa stekan mawar di air ini. Ada yang sudah mulai nunjukin calon tunas kecil, ada juga yang masih stagnan. Tapi yang penting, selama batang mawar di air nggak busuk dan tetap hijau, harapannya masih besar buat tumbuh. Nanti kalau sudah ada update lanjutan, bakal seru banget lihat perbandingan hasil stek di air dan stek langsung ke tanah.

Cari ·
ibu rumah tangga generasi Z