... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali pakai LinkedIn, aku juga sempat bingung gimana caranya kirim pesan ke orang asing tanpa terasa kaku atau malah diabaikan. Setelah beberapa kali coba-coba, aku akhirnya punya beberapa pola pesan yang lumayan works buat nambah koneksi dan bangun jaringan profesional.
Biasanya sebelum kirim pesan, aku selalu cek profil mereka dulu. Misalnya, aku lihat dulu pengalaman kerja, pendidikan, atau postingan terakhir mereka. Dari situ aku bisa nyusun pembuka yang lebih personal. Contohnya, kalau aku tertarik dengan perjalanan karier seseorang di industri tertentu, aku tulis pesan yang mirip dengan: "Halo [Nama mereka], salam kenal, saya [Nama Anda]. Saya tertarik dengan latar belakang dan pengalaman Anda di industri ini. Saya berharap bisa terhubung untuk saling bertukar pengetahuan dan pengalaman." Pesan yang hangat tapi tetap profesional seperti ini lebih sering direspons.
Kalau orang tersebut masih satu bidang dengan aku, biasanya aku pakai pendekatan lain. Misalnya: "Hai [Nama mereka], saya [Nama Anda], dan saya juga bergerak di bidang [Bidang Anda]. Melihat profil Anda, saya merasa antusias untuk bisa bertukar informasi dan wawasan. Mari kita terhubung dan berkolaborasi di masa depan." Menyebutkan bahwa kita di bidang yang sama bikin mereka merasa lebih relevan untuk menerimamu sebagai koneksi.
Ada juga momen di mana aku benar-benar mengagumi perjalanan karier seseorang. Dalam kasus seperti ini, aku nggak ragu buat jujur menyampaikan kekaguman itu, tapi tetap sopan. Contoh pesannya: "Hai [Nama mereka], saya [Nama Anda], dan saya sangat mengagumi perjalanan karier Anda. Saya berharap bisa terhubung dengan Anda dan memperluas jaringan dalam rangka berbagi pengetahuan serta potensi peluang kerja sama di masa depan." Menurut pengalamanku, banyak profesional yang justru senang ketika kamu mengapresiasi kerja keras mereka.
Kalau aku sudah lama follow aktivitas mereka di LinkedIn, aku suka mention hal itu. Misalnya: "Halo [Nama mereka], saya [Nama Anda], dan saya telah lama mengikuti perkembangan Anda di LinkedIn. Saya senang bisa terhubung dan mungkin kita bisa membahas lebih lanjut tentang pandangan kita terhadap industri ini." Dengan menunjukkan bahwa kamu sudah mengikuti mereka, pesanmu terasa lebih tulus, bukan sekadar random add.
Satu hal yang penting banget: usahakan selalu mengganti [Nama mereka] dan [Nama Anda], jangan copy-paste mentah. Personalization kecil seperti menyebut nama, perusahaan, atau topik yang mereka bahas di postingan membuat pesanmu nggak terlihat spam. Hindari juga pesan yang terlalu panjang; cukup 3–4 kalimat jelas tentang siapa kamu, kenapa tertarik terkoneksi, dan apa harapanmu ke depan.
Dari pengalaman, respons bakal lebih tinggi kalau kamu kirim pesan yang sopan, jelas tujuannya, dan nggak langsung minta sesuatu (misalnya minta kerjaan). Fokus dulu ke membangun hubungan dan networking. Setelah koneksi terbangun, baru pelan-pelan bisa diskusi soal peluang, insight karier, atau bahkan kolaborasi.
Jadi, kamu bisa pakai empat contoh pesan tadi sebagai template dasar, lalu sesuaikan dengan gaya bahasamu sendiri. Dengan begitu, tambah koneksi di LinkedIn ke orang asing terasa lebih natural dan tetap profesional.