Di Balik Setiap Harapan, Ada Ketakutan

Hai sobat Lemoners 🍋✨

Pernah baca novel yang bikin kamu terhanyut dalam emosi mendalam? 🌑 Black karya Ruth Priscilia Angelina berhasil membawa pembaca ke dalam perjalanan penuh luka dan harapan lewat kisah Inka dan Chesta.

Inka menerima lamaran Chesta, tetangga masa kecilnya yang selalu kritis, demi mencoba melarikan diri dari bayang-bayang kelam di hidupnya.

Kesan menarik dari novel ini adalah atmosfernya yang misterius dan emosional, ditambah dengan interaksi tokoh-tokoh yang terasa hidup dan realistis.

Buat yang suka cerita tentang perjuangan batin dan masa lalu yang sulit dilepaskan, Black adalah pilihan yang cocok! 📚

Untuk review lebih lengkapnya, sobat Lemoners bisa cek di blog aku. Bye~

#reviewjujur #reviewnovel #novelindonesia #ReviewJujur

4/1 Diedit ke

... Baca selengkapnyaWaktu pertama kali lihat sampul "Black" karya Ruth Priscilia Angelina, aku langsung ke-trigger sama nuansanya yang gelap dan misterius. Apalagi ada tulisan "My Honest Book Review" di fotonya, jadi berasa wajib baca dan buktiin sendiri seberapa emosional cerita ini. Hal yang paling kerasa buat aku dari tulisan Ruth Priscilia Angelina adalah cara beliau menggambarkan luka batin tokoh-tokohnya. Inka bukan tipe tokoh utama yang sempurna dan selalu kuat; dia rapuh, takut, kadang bikin keputusan yang impulsif. Justru di situ aku ngerasa relate, karena di dunia nyata kita juga sering kebawa masa lalu dan nggak selalu bisa bersikap logis. Chesta sendiri awalnya kelihatan menyebalkan karena kritis dan blak-blakan. Tapi pelan-pelan, lewat interaksinya dengan Inka, kelihatan kalau dia juga punya caranya sendiri untuk melindungi orang yang dia sayang. Dinamika tetangga masa kecil yang tiba-tiba jadi tunangan ini menurutku jadi daya tarik utama novelnya. Bukan sekadar trope tetangga jadi cinta, tapi lebih ke dua orang yang sama-sama rusak berusaha belajar percaya lagi. Kalau kamu baru pertama kali mau coba baca karya Ruth Priscilia Angelina, menurutku Black adalah salah satu titik awal yang oke. Gayanya cenderung emosional dan pekat, jadi jangan berharap cerita yang ringan-ringan banget. Tapi justru karena itu, setiap konflik terasa ngena. Ada banyak dialog yang bikin aku ke-pause sebentar, mikir, "Oh iya ya, kadang kita juga kayak gini dalam hubungan." Baca Black juga bikin aku makin penasaran sama karya-karya Ruth Priscilia Angelina yang lain. Dari cara dia membangun suasana dan karakter, kelihatan banget kalau beliau kuat di tema luka masa lalu, trauma, dan proses penyembuhan secara pelan-pelan. Kalau kamu tipe pembaca yang suka kisah gelap namun punya cahaya kecil di ujung cerita, kemungkinan besar kamu bakal cocok sama gaya tulisannya. Buat yang masih ragu, coba tanyain ke diri sendiri: kamu siap nggak diajak menyelami sisi rapuh dirimu lewat cerita fiksi? Kalau iya, menurutku Black layak banget masuk wishlist bacaanmu. Setelah selesai, rasanya kayak habis diajak ngobrol panjang soal harapan, ketakutan, dan keberanian untuk mulai lagi, meski pelan-pelan.