KorSel Tidak Seindah di Drama
Hi hi sobat Lemoners
Kalin udah tau belum di Korea ada gerakan yang diberi nama 4B. Sebenernya udah ada cukup lama, tapi mulai dikenal banyak orang didunia sejak Trump jadi Presiden AS (banyak perempuan AS yang akhirnya mengadopsi gerakan 4B).
Penasaran apa itu gerakan 4B? Yuk, simak sampai habis.
Suka konten sejenis? Cek konten lainnya di #fypanalysis
Gerakan 4B di Korea Selatan merupakan bentuk perlawanan unik dari perempuan muda yang merasa terbebani oleh berbagai aturan sosial patriarki. Saya pribadi merasa gerakan ini membuka mata bahwa di balik gemerlap drama Korea, realita hidup perempuan Korea cukup menantang. Sebagai seseorang yang mengikuti perkembangan budaya di Korea Selatan, saya menemukan bahwa gerakan ini lahir dari rasa lelah atas tekanan harus menikah, punya anak, dan menjalankan peran tradisional secara bersamaan, padahal dukungan dari lingkungan dan pasangan kerap minim. Selain itu, fenomena spycam dan pelecehan seksual digital semakin menambah berat beban perempuan di Korea. Saya pernah membaca kasus-kasus di mana perempuan menghadapi diskriminasi di tempat kerja, termasuk penalti ibu yang membatasi karier mereka. Biaya hidup tinggi juga tidak membantu situasi ini. Bayangkan, biaya rumah dan pendidikan yang mahal membuat perempuan mempertimbangkan untuk tidak mengikuti jalan yang biasanya diharapkan, yaitu menikah dan berkeluarga. Gerakan 4B yang mencakup tidak menikah, tidak punya anak, tidak pacaran, dan tidak berhubungan seksual dengan laki-laki adalah bentuk protes terhadap sistem yang dianggap tidak adil tersebut. Saya melihat ini bukan semata-mata penolakan terhadap keluarga, tapi lebih ke upaya perempuan menentukan pilihan hidup sendiri tanpa tekanan sosial. Melihat kondisi ini, saya jadi berpikir bahwa solusi untuk meningkatnya angka kelahiran di Korea Selatan harus dimulai dari memperbaiki kesetaraan gender, mengatasi diskriminasi, dan membangun budaya yang mendukung perempuan, bukan sekadar menekan angka kelahiran. Gerakan 4B menunjukkan bahwa perempuan menginginkan perubahan sistemik yang nyata agar bisa hidup seimbang dan bebas dari tekanan berlebihan. Artikel ini sangat relevan untuk kita yang ingin memahami isu gender dan sosial di Korea Selatan serta memberi inspirasi bagaimana perempuan di berbagai belahan dunia juga berjuang untuk haknya.









sama seperti di Indonesia aku aja baru 25 tahun banyak di tanyain kapan nikah memang nya hidup wanita harus berpacaran, harus menikah, harus punya anak, harus berhubungan seksual kalau kita lewat dari 30 tahun belum menikah pasti di ejek tetangga di sebut perawan tua yang enggak laku 😒