Belajar Terima Penolakan...
Hi sobat Lemoners 🍋✨💕
Sejak kecil aku selalu diingetin sama orang dewasa di sekitarku. Kata mereka:
"Kalo kamu nolak cowok pakai bahasa yang baik. Jangan kasar, nanti mereka sakit hati. Kita gak tau apa yang bakal mereka lakukan kalau sakit hati."
Makanya sejak dulu aku tipe yang menghindari konflik kalo berurusan dengan cowok. Semenjak suka nonton true crime, dimana banyak korban perempuan dibunuh karena nolak si laki-laki, aku jadi makin paham maksud kalimat diatas☹.
Tapi nih ya. Ada aja cowok yang kalo ditolak baik-baik tetep ngamuk, tetap ngebunuh. Ada juga cowok yang terus-terusan, padahal udah ditolak. Mana sempat muncul quote yang bilang: Kalo cewek bilang engga tuh berarti iya.
Hadeehhhh😡😡
Hal ini ngebuat aku muak kalo nonton film dimana tokohnya udah ditolak tapi masih ngejar-ngejar.
Trus aku mikir kenapa sih mereka begitu dan aku buat aja sebagai salah satu bahasan di #fypanalysis siapa tau gak cuma aku yang mikir begini.
Jujur, kata "penolakan" dulu buat aku mikirnya cuma soal patah hati. Tapi setelah sering lihat berita dan nonton video tentang cowok yang nggak bisa terima penolakan sampai berujung kekerasan, aku jadi sadar kalau penolakan itu punya sisi gelap yang sering nggak dibahas. Kalau kamu cari gambar penolakan atau contoh penolakan di internet, yang muncul biasanya cuma ilustrasi orang sedih, chat ditinggal read, atau quotes galau. Padahal di balik itu ada banyak perempuan yang ngerasa nggak aman setiap kali harus bilang "enggak" ke cowok. Aku sendiri pernah beberapa kali di posisi serba salah: antara jujur dengan perasaan, atau pura-pura ramah supaya nggak bikin mereka tersinggung. Dari beberapa artikel dan video yang aku lihat, ternyata penolakan romantis sering dipersepsikan sebagian pria sebagai ancaman buat maskulinitas mereka. Jadi bukan cuma soal ditolak sebagai individu, tapi seolah harga diri dan "kejantanan" mereka ikut ditolak. Di titik itu, sebagian dari mereka merespons dengan amarah, hinaan, bahkan ancaman. Di media sosial kita sering lihat contoh: cewek nolak dengan sopan di DM, lalu tiba-tiba dibalas kata-kata kasar atau direndahkan fisiknya. Aku juga pernah ngalamin penolakan yang berujung nggak nyaman secara online. Ada yang awalnya chatting manis, tapi begitu aku bilang nggak tertarik, langsung berubah jadi ofensif. Dari situ aku mulai bikin "template" penolakan versi aku sendiri: tetap jelas, tapi nggak bertele-tele, dan tetap memikirkan keselamatan. Misalnya, kalau situasinya bikin aku nggak nyaman, aku pilih nolak lewat teks atau DM, bukan langsung tatap muka, apalagi kalau dia tipe yang suka maksa. Buat yang sering bingung gimana cara menyikapi penolakan, menurut aku penting banget untuk ingat kalau "tidak" itu hak semua orang. Nggak ada kewajiban buat nerima orang yang kita nggak suka hanya karena takut bikin mereka sakit hati. Yang kita bisa lakukan adalah: memilih bahasa yang tegas tapi sopan, jaga jarak kalau respon mereka mulai aneh, dan simpan bukti chat kalau perlu. Untuk para cewek, kalau kamu ngerasa nggak aman, nggak apa-apa banget minta bantuan teman, share lokasi, atau cerita ke orang yang kamu percaya. Penolakan memang menyakitkan di kedua sisi, tapi bukan alasan untuk ada yang berhak melakukan kekerasan atau pelecehan. Pelan-pelan, kita juga bisa bantu ubah cara pandang soal penolakan: bukan sesuatu yang memalukan, tapi bagian normal dari hubungan manusia. Dan buat yang lagi belajar menerima penolakan, baik sebagai yang menolak maupun yang ditolak, semoga kita bisa sama-sama bangun cara berpikir yang lebih dewasa: menerima rasa sakit tanpa harus melukai orang lain, dan tetap menghargai diri sendiri tanpa menjatuhkan orang yang nggak memilih kita.









ada loh cowok yang kalo ngejar ishhh najisnya 😂 kalo di tolak sakitnya bukan maiinn diaa